Cerita di Balik Kesuksesan FBI Membobol Benteng iPhone

Rabu, 30 Maret 2016 | 01:52 WIB


Cerita di Balik Kesuksesan FBI Membobol Benteng iPhone  

Goldgenie, perusahaan menyediakan barang berlapis emas, menghadirkan iPhone SE berbalut emas 24 karat. (Goldgenie)

TEMPO.COJakarta – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI akhirnya berhasil membongkar sistem pertahanan iPhone, Senin malam lalu. Upaya panjang FBI membongkar iPhone adalah bagian dari investigasi insiden penembakan di San Bernardino, Amerika Serikat, tahun lalu yang menewaskan 14 orang.

BACA: Enskripsi iPhone Akhirnya Berhasil Ditembus Pihak Kejaksaan

iPhone yang berhasil dibongkar FBI merupakan milik teroris bernama Syed Farook. Lebih-kurang satu bulan waktu yang dihabiskan FBI untuk mencari cara membongkar iPhone 5C milik Syed. Upaya hukum sempat diambil FBI agar Apple mau membantu mereka. Namun Apple menolak meski akhirnya FBI tak membutuhkan bantuan mereka sama sekali.

Berikut sejumlah hal di balik upaya panjang FBI membongkar iPhone Syed Farook:

1. Siapa yang membantu FBI?

Hingga kini, FBI menolak memberi tahu siapa yang membantu mereka membongkar sistem pertahanan iPhone. Satu hal yang diketahui, bantuan untuk FBI datang pekan lalu dan menawarkan diri secara langsung. Kabar yang beredar, mereka berasal dari perusahaan teknologi bernama Cellebrite yang berbasis di Israel.

BACA: Pemerintah Amerika Bisa Buka iPhone, Keamanan Apple Lemah?

2. Seperti apa sistem pertahanan iPhone?

Ketika sebuah iPhone terkunci, pengguna hanya memiliki kesempatan 10 kali untuk membuka kunci tersebut. Jika gagal, sistem operasi iPhone atau iOS langsung menghapus semua data di dalam iPhone. Hal ini yang membuat FBI enggan membongkar paksa sistem keamanan iPhone. Mereka takut kehilangan data aktivitas Syed Farook.

3. Bagaimana FBI membongkar sistem keamanan itu?

FBI lagi-lagi enggan berbicara. Asisstant Director FBI David Bowdich hanya mengatakan sejumlah uji coba dilakukan untuk memastikan data Syed tidak hilang ketika iPhone berhasil dibongkar.

BACA: FBI Minta Bantuan Israel Buka Kode iPhone Pelaku Teror 

4.Kenapa Apple menolak membantu FBI?

Apple berkeyakinan memberi akses kepada FBI untuk membongkar kunci rahasia iPhone akan berujung pada pelanggaran privasi pelanggan mereka di masa depan. Pihak Apple malah mengatakan perusahaan tersebut akan terus meningkatkan keamanan gawai pabrikan mereka.

5. Apa implikasi keberhasilan ini?

FBI menarik upaya hukum yang diajukan ke pengadilan federal agar Apple membantu mereka. Pengamat hukum University of Buffalo, Mark Bartholomew, berpendapat Kongres Amerika harus mengambil tindakan atas pencapaian ini dan mempertimbangkan kebijakan perihal sejauh mana privasi warga bisa dilanggar untuk kepentingan keamanan.

BACA: AS Buka Akses iPhone tanpa Bantuan Apple

6. Bagaimana respons masyarakat Amerika?

Pendapat masyarakat Amerika terbelah menjadi dua dengan persentase nyaris sama. Menurut jajak pendapat yang digelar kantor berita CBS, sekitar 50 persen penduduk Amerika setuju Apple membuat pintu belakang untuk membongkar iPhone, sedangkan 45 persen tidak setuju.

ISTMAN MP | ABC | CBS

MENARIK DIBACA
Ahok Mengaku Gatal, Tak Sabar Ingin Poles Si Cantik Itu
Granat di Tangan Brigadir Khaidir Terlepas, dan Tiba-tiba…

About The Author

Profile photo of Tempo

www.tempo.co adalah portal berita online dan offline yang terkenal dengan beritanya yang 'berani' dan menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan dengan investigasi yang terkenal 'tajam'.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar