Apple Bakal Tempuh Jalur Hukum Lawan Donald Trump

Apple

Apple mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum jika pemerintah Amerika Serikat tidak mencabut perintah eksekutif yang diberlakukan Presiden Donald Trump baru-baru ini. Pasalnya kebijakan imigrasi itu membuat ratusan pegawai Apple terkena dampaknya.

Hal tersebut diungkapkan CEO Apple Tim Cook dalam keterangan kepada Wall Street Journal. Seperti dilansir 9to5Mac, dia mengatakan Apple terus berupaya menghubungi pihak Gedung Putih dan menjelaskan pentingnya membatalkan kebijakan imigrasi tersebut bukan hanya untuk Apple, tapi juga AS sendiri.

Tim Cook juga menyatakan bahwa imigrasilah yang membuat AS kuat dan spesial seperti saat ini. Dia meminta semua orang berhenti sejenak dan memikirkan secara mendalam tentang hal itu.

(Cook said) that he continues to contact “very, very senior people in the White House” and impress on them why repealing the executive order is important not only for Apple but for the country.

“More than any country in the world, this country is strong because of our immigrant background and our capacity and ability as people to welcome people from all kinds of backgrounds. That’s what makes us special,” said Mr. Cook. “We ought to pause and really think deeply through that.”

Tim Cook sendiri dilaporkan menerima banyak sekali surel dari pegawai yang terkena dampak perintah eksekutif Donald Trump. Salah seorang pegawai menceritakan orangtuanya yang berkebangsaan Kanada dan Iran jadi tidak bertemu dengan bayi tengah dinantikan kelahirannya.



Selain itu, Apple juga dilaporkan bakal mengadakan penggalangan dana yang dibutuhkan untuk membantu pegawainya tersebut. Mereka bakal melakukannya dengan bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan yang ada. Langkah Apple untuk memprotes kebijakan imigrasi yang ditandatangani Donald Trump muncul menyusul Tim Cook sebelumnya mengirimkan surel kepada pegawai soal pentingnya imigrasi bagi Apple.

Perintah eksekutif sendiri melarang imigran dari 7 negara Muslim untuk masuk ke AS, termasuk Suriah yang merupakan negara asal pendiri Apple, Steve Jobs. Kebijakan imigrasi baru dari Donald Trump tidak membuat Apple marah, tapi juga mendapatkan penolakan dari Google, Microsoft, Amazon, dan banyak lainnya.





About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar