Apple Dituntut 3 Firma Hukum Baru Soal Isu “Touch Disease” di iPhone 6 Plus

Touch Disease iPhone 6 Plus

Jumlah firma hukum yang menuntut Apple terkait isu Touch Disease yang menyebabkan layar sentuh iPhone 6 Plus menjadi tidak responsif ketika dioperasikan beberapa waktu lalu dikabarkan kian bertambah.

Laporan terkini dari Motherboard (via MacRumors) menyebutkan, tiga firma hukum asal California resmi bergabung dengan firma hukum dari Utah untuk menuntut Apple terkait isu tersebut yang sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya.

Sekitar 10.000 pengguna dilaporkan sudah menghubungi pengacara Richard McCune dari firma hukum McCuneWright untuk menuntut hukum Apple dengan tuduhan melanggar sejumlah hak konsumen AS.

Touch Disease adalah isu yang menyebabkan munculnya garis berwarna abu-abu di bagian atas layar sentuh iPhone 6 Plus. Penyebab utamanya adalah chip controller layar sentuhnya yang lepas dari logic board seiring penggunaan waktu yang lama.

Persoalan menjadi kian rumit dimana Apple dilaporkan enggan memperbaiki iPhone 6 Plus yang terkena isu tersebut tanpa adanya garansi. Sebagai gantinya, mereka mengharuskan konsumen untuk membeli iPhone refurbished dengan harga $329.

Dalam konfirmasinya melalui sejumlah pegawai Genius Bar kepada sumber yang sama, Apple mengakui adanya isu tersebut tapi enggan menginformasikannya kepada konsumen.

Di pengadilan, pengacara Apple dilaporkan sudah meminta perpanjangan waktu untuk menanggapi tuntutan hukum tersebut dan meminta kasus di Utah dan California untuk digabungkan mengingat keduanya adalah kasus yang serupa.

Given the similarity between the [Utah] and [California] actions, it would unnecessarily tax judicial resources if these actions were to proceed in separate class action lawsuits—especially where the [Utah] and [California] Plaintiffs purport to represent the same putative class of all consumers who purchased an iPhone 6 or 6 Plus.



McCune yakin dirinya bakal memenangkan tuntutan hukum terkait isu Touch Disease tersebut karena salah satu dari firma hukum tersebut dimiliki seorang mantan Hakim Federal, Stephen Larson.

Apple di lain pihak tentunya tidak akan membiarkan kasus ini berlarut-larut mengingat semakin banyaknya firma hukum yang menuntutnya. Jadi nantikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini.






About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar