Begini Perjuangan Siswa Indonesia Menangkan Kompetisi Dunia Google

Jakarta – Beberapa waktu lalu, tiga siswa asal Indonesia turut menjadi pemenang utama kompetisi dunia Google bertajuk Google Code-in (GCI). Salah satunya adalah Scott Moses Sunarto, siswa SMAK 1 Penabur Jakarta. Ini kisah perjuangannya memenangkan lomba yang diikuti peserta dari banyak negara itu.

“Saya terlambat memulai kompetisi ini 1,5 minggu, karena pada waktu itu ada ujian akhir di sekolah. Ketika kami mulai, kami diberi pilihan organisasi apa yang ingin kami beri kontribusi. Saya memutuskan memilih MovingBlocks karena saya suka proyek mereka,” sebut Scott kepada detikINET.

Google Code-In pada dasarnya adalah kompetisi mengenalkan remaja pada dunia open source dan berkesempatan menjadi bagian komunitasnya dengan mengerjakan proyek software. Mereka diminta berkontribusi pada organisasi yang dipilih Google.

Peserta akan mendapat bimbingan dari mentor relawan yang ahli di bidangnya untuk melakukan tugas-tugas tertentu di bidang software. Dan pemenang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi.

Scott pun mulai mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, dari yang paling ringan sampai yang paling berat. Pada saat kompetisi, keluarga Scott liburan. Saat liburan itu, Scott yang masih berusia 16 tahun ini tetap bekerja keras dalam kompetisi itu. Sang ayah, James Sunarto berkisah, ia sampai tak mau keluar kamar dan sering begadang.

“Saat perjalanan itu, saya selalu meluangkan waktu untuk melakukan tugas di kompetisi karena saya tahu ada siswa lain di bagian dunia lain yang juga ingin memenangkan kompetisi ini,” paparnya.

Salah satu teman Scott bernama Kaisar Arkhan ikut kompetisi dan akhirnya turut jadi salah satu pemenang. Kala itu, Kaisar mengundang Scott mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Wikimedia Indonesia bernama Besut Kode. Di sana, ternyata banyak siswa Indonesia ikut berlatih mengikuti kompetisi tersebut.

Usaha kerasnya tidak sia-sia. Ketika kompetisi berakhir, Scott berhasil masuk daftar pemenang utama, berada di posisi teratas dari 1.340 siswa dari 62 negara yang mengikuti Google GCI. Scott bersama dua pemenang lain asal Indonesia bersama 31 pemenang lainnya akan berkesempatan berkunjung ke Google Campus di California.

Begini Perjuangan Siswa Indonesia Menangkan Kompetisi Dunia GoogleFoto: Istimewa

“Saya belajar banyak dalam 1,5 bulan itu. GCI benar-benar meningkatkan pengetahuan saya mengenai pemrograman komputer dan software. Tidak hanya saya belajar lebih banyak tentang pemrograman, saya juga belajar hal-hal keren,” kisahnya.

Scott memang bercita-cita meniti karir di dunia teknologi. “Saya ingin menjadi ilmuwan komputer dan entrepreneur saat sudah besar. Saya suka balance antara komputer dengan bisnis. Impian saya adalah menciptakan perusahaan internet yang cocok dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” sebutnya.

“Idola saya di dunia teknologi adalah Linus Torvalds, kreator Linux. Dia menjadi motivasi utama saya berkontribusi di pengembangan software open source. Lalu Larry Page, pendiri Google. Saya pikir dia tak hanya ilmuwan komputer brilian, tapi juga pebisnis brilian,” tambahnya.

Scott pun membagikan kunci suksesnya. “Saya pikir yang terpenting adalah haus akan pengetahuan. Melakukan riset, trial and error, mengetahui kapan harus minta bantuan orang dan banyak lagi. Saya pikir setiap remaja harus mencoba GCI meski mereka tak berencana menjadi programmer atau ilmuwan komputer karena memberikan pengalaman sangat unik,” pungkas dia. (fyk/fyk)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar