BlackBerry Pakai Android, Benarkah?

BlackBerry Pakai Android, Benarkah?Steve Zipperstein (rou/detikINET)
Jakarta – Kabar yang menyebutkan BlackBerry akan menggunakan Android semakin kencang dengan kian banyaknya bocoran di internet, baik berupa foto maupun video. Lantas, bagaimana tanggapan bos BlackBerry?

Di sela kunjungannya ke Indonesia, Steve Zipperstein yang dikenal sebagai tangan kanannya CEO BlackBerry John Chen pun tak luput diberondong pertanyaan soal rumor itu. Sebagai Chief Legal Officer BlackBerry Global, tentu ia tahu banyak dengan apa yang sedang dilakukan oleh perusahaannya.

Zipperstein yang diundang untuk ikut jadi pembicara terkait keamanan di era digital ini dalam acara di hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (25/8/2015), pun coba dikonfirmasi detikINET terkait benar tidaknya rencana untuk mengadopsi OS terbaru Android di handset BlackBerry.

Jika BlackBerry memang mengutamakan keamanan data di atas segalanya, kenapa belakangan ini banyak beredar rumor soal adopsi Android. Apa yang menjadi pertimbangan BlackBerry? Zipperstein pun sedikit terkejut ketika ditanya soal ini.

“Sangat banyak rumor tentang BlackBerry di luar sana, termasuk soal produksi handset berbasis Android. Saya tak mau berkomentar dan tak punya kepentingan untuk memberi tanggapan soal itu,” elaknya tanpa memberikan sanggahan benar atau tidaknya.

Walau begitu, Zipperstein tak menampik perusahaan asal Kanada itu tetap akan memproduksi handset terbaru asalkan dari sisi bisnis tetap menguntungkan. Namun sayangnya, ia tetap tak mau memberi informasi lebih lanjut mengenai sistem operasi apa yang bakal digunakan.

Zipperstein kemudian menegaskan, perusahaan saat ini sedang fokus pada pengembangan peranti lunak atau software yang dinilai memberikan keuntungan tersendiri. Perusahaan melakukan empat akuisisi perusahaan peranti lunak yang juga mengedepankan sekuritas di dalam programnya.


(rou/rou)

Pertama, perusahaan asal Jerman Secusmart yang fokus pada keamanan enkripsi tingkat tinggi untuk data suara dan pesan teks. Kemudian perusahaan WatchDox yang mampu membuat para pengguna bisa mengontrol pengaturan di akun email masing-masing. Lalu perusahaan Movertu yang dipercaya memproduksi software untuk dual SIM agar ponsel bisa mendaftarkan dua nomor sekaligus.

Ada pula perusahaan QNX sebagai platform dasar yang mampu mengembangkan sistem operasi BlackBerry 10. Terakhir, Zipperstein menambahkan, perusahaan sedang dalam proses akuisisi AtHoc yang memungkinkan pemerintah untuk terhubung dengan masyarakat ketika ada bencana alam.

“BlackBerry yang jelas tetap mengedepankan keamanan karena sejauh ini peranti lunak kami adalah yang paling aman,” ucap Zipperstein tanpa mau menggubris soal isu pembuatan handset berbasis OS Android.

Rumor soal adopsi BlackBerry di Android semakin santer, apalagi sejak CrackBerry ikut memberitakan dan bahkan memberikan bocoran videonya. Kabar ini bisa saja mendekati kebenaran, mengingat kedekatan mereka dengan para petinggi BlackBerry.


(rou/rou)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar