Bos Go-Jek Bahas Masa Depan Tandatangan Digital

Bos Go-Jek Bahas Masa Depan Tandatangan DigitalFoto: detikINET/Yudhianto
Jakarta – Demi kenyamanan transaksi online, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah mulai mensosialisasikan yang namanya tandatangan digital. Go-Jek pun menjadi layanan online pertama yang sepaham dengan rencana Kominfo tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Setiawan Adhiputra, Head of Risk & Compliance Go-Pay PT Go-Jek Indonesia. Menurutnya penggunaan tandatangan digital diperlukan ekosistem online. Pasalnya dengan begitu konsumen bisa mengetahui berhadapan dengan siapa ketika melakukan transaksi online.

Apalagi tandatangan digital mewakili keabsahan pemiliknya, sehingga transaksi online bisa dilakukan dengan lebih nyaman.

“Digital signature (tandatangan digital-red) perlu untuk ekosistem online. Agar kita mengetahui siapa pelanggannya, siapa penjualnya. Lebih aman dan nyaman bertransaksi, baik online maupun offline,” ujar Setiawan, di Kota Kasablanka, Kamis (1/12/2016).

Lebih lanjut, Setiawan juga menjelaskan kalau penggunaan tandatangan digital di ekosistem online bisa meminimalkan jejak-jejak data digital yang banyak ditinggalkan konsumen. Adapun jejak digital yang dimaksud adalah tersebarnya data pribadi di banyak layanan e-commerce. Karena pengguna kerap dipaksa memiliki akun bila ingin melakukan transaksi di sebuah layanan e-commerce.

Ke depan tandatangan digital atau digital signature akan menjadi identitas resmi seseorang di ranah digital. Konsumen tak pelu lagi membuat akun tiap kali mengakses layanan e-commerce baru. Cukup gunakan digital signature yang dibuat dan terverifikasi Kominfo untuk semua layanan online.

“Dengan digital signature, kalau sudah diverifikasi dengan e-KTP kita, berarti terverifikasi. Cukup gunakan digital signature di semua layanan online, bisa meminimalkan jejak-jejak digital,” imbuhnya.

Pendapat yang sama turut dilontarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Fithri Hadi, Direktur PDSI OJK, selama ini yang jadi tantangan layanan digital adalah menekan potensi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Dengan penggunan tandatangan digital hal tersebut bisa diminimalkan bahkan dihilangkan karena penggunanya terverifikasi oleh Pemerintah.

“Layanan digital tantangannya adalah mengetahui bahwa transaksi dilakukan oleh pengguna yang terverifikasi. Oleh karenanya digital ID penting. Kami tengah bekerjasama dengan Kominfo untuk mewujudkan penerapannya, digital ID,” kata Fithri.
(yud/rou)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar