Bos Rakuten Sedih & Menangis Karena Donald Trump

Jakarta – CEO marketplace online terbesar di Jepang, Rakuten, mengaku menangis setelah mendengar peraturan imigrasi baru Amerika Serikat yang dicetuskan presiden Donald Trump. Pembatasan masuknya pengungsi dan warga dari 7 negara mayoritas Muslim membuatnya sangat sedih.

Hiroshi Mikitani, sang CEO, memang akrab dengan AS. Ia belajar bahasa Inggris sejak usia 7 tahun ketika keluarganya tinggal di Negeri Paman Sam. Ayahnya adalah dosen di universitas bergengsi, Yale.

“Ayahku sedang menangis di surga. Dia dulu masuk Harvard, Stanford dan Yale. Dia dulu sangat bangga dan aku juga. Sekarang, aku sungguh menangis,” tulis Hiroshi di Twitter, yang dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (31/1/2017).

Hiroshi ingin membantu mereka yang terdampak kebijakan Trump. Rakuten akan menawarkan panggilan internasional gratis melalui aplikasi miliknya, Viber, untuk mereka.

“Aku sangat sedih melihat apa yang terjadi di AS saat ini. Aku datang ke AS saat umur 7 tahun dan aku sangat menghormati Amerika yang berhati besar,” sebut Hiroshi yang meraih gelar MBA dari Harvard di tahun 1993.

“Namun sebagai manusia, adalah salah untuk melakukan diskriminasi berdasarkan agama atau kewarganegaraan. Kami akan memastikan mendukung karyawan Muslim kami baik sebagai perusahaan maupun sebagai pribadi,” tandas salah satu pria terkaya di Jepang ini. (fyk/fyk)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar