Bos Uber Hengkang di Tengah Isu Diskriminisasi

Jakarta – Salah satu bos Uber, Liane Hornshey, yang menjabat sebagai Chief People Officer, memutuskan hengkang di tengah investigasi perusahaan mengenai bagaimana dirinya menangani tuduhan diskriminasi ras di Uber.

Juru bicara Uber mengonfirmasi bahwa perempuan yang bergabung dengan Uber sejak Januari 2017 ini telah mengundurkan diri setelah Reuters menghubungi perusahaannya, menanyakan tentang tuduhan seorang pelapor anonim yang mengatakan Hornsey menolak keluhan internal terkait diskriminisasi rasial.

Dalam email yang dikirimkan CEO Uber Dara Khosrowshahi, para karyawan hanya diberitahu mengenai pengunduran diri Hornsey tanpa menyebutkan alasan mengapa ia meninggalkan perusahaan.

Khosrowshahi juga mengatakan bahwa Hornsey merupakan seseorang yang bertalenta, kreatif, dan pekerja keras, serta merupakan seorang karyawan berharga yang pernah ada dalam tim kepemimpinan Uber.

Hornsey telah bekerja selama 18 bulan sebagai Chief People Officer Uber dan juga salah satu juru bicara utama perusahaan tentang permasalahan diskriminisasi.

Tuduhan terhadap Hornsey menimbulkan pertanyaan publik tentang upaya CEO Uber dalam mengubah budaya merusak tersebut di internal perusahaan.

Pelapor anonim ini menuduh Hornsey telah menggunakan bahasa diskriminatif dan membuat komentar yang merendahkan Bernard Coleman, Uber Global Head of Diversity and Inclusion.

Tidak hanya itu, Hornsey juga dituduh telah merendahkan dan mengancam mantan eksekutif Uber Saint John yang meninggalkan perusahaan pada Juni 2018.

Pelapor tersebut mengatakan bahwa Hornsey lah yang menyebabkan Saint John meninggalkan Uber. Sayangnya, ketika Reuters ingin mengonfirmasi masalah ini, Hornsey menolak untuk memberikan komentar, begitu pula Coleman sebagai Chief Diversity and Human Resources. (rns/rou)


About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply