Bus Pengangkut Karyawan Apple jadi Sasaran Penembakan

California – Label gentrifikasi yang melekat dengan bus yang bertugas mengantarkan karyawan Apple membuatnya menjadi sasaran tembak.

Setidaknya, lima bus yang digunakan sebagai moda transportasi bagi karyawan Apple dari San Fransisco menuju kantor pusat di California mengalami kerusakan pada jendela akibat ditembaki orang tak dikenal, yang diperkirakan menggunakan senapan angin.

Kejadian ini berlangsung secara bertahap sepanjang pekan lalu. Peristiwa pertama terjadi pada 12 Januari saat bus ini tengah melakukan perjalanan pulang ke San Fransisco. Sedangkan empat kejadian berikutnya berlangsung pada 16 Januari, saat pagi dan sore hari.

Untungnya, tidak ada korban selama tragedi penembakan tersebut berlangsung, baik luka maupun meninggal, sebagaimana dikatakan oleh Art Montiel, petugas patroli jalan bebas hambatan di California.

“Belum jelas siapa yang jadi sasaran dari peristiwa penembakan ini, bisa Google, Apple, atau perusahaan lain,” ujarnya, seperti dikutip detikINET dari The Guardian, Senin (22/1/2018).

Atas kejadian tersebut, pihak Apple pun berencana untuk mengubah rute bus tersebut, dengan alasan menghindari lokasi penembakan yang terjadi di jalan bebas hambatan.

Meskipun begitu, Montiel beranggapan bahwa strategi tersebut tidak akan efektif. “Jika ada yang mengincar bus tersebut, saya yakin mereka akan mencari kemana pun bus tersebut akan pergi, mengingat kendaraan ini tidak bisa disembunyikan begitu saja,” katanya menjelaskan.

Terlebih, bus Apple memiliki warna yang khas, yaitu silver, ditambah dengan lampu LED yang menunjukkan tujuan di depan kendaraan tersebut.

Ini bukan pertama kalinya bus korporasi yang mengangkut karyawannya menjadi target sasaran. Pada 2013 lalu, jendela bus milik Google dihancurkan di Oakland, San Fransisco.

Lalu, bus ini pun sempat dihadang oleh kelompok demonstran sembari membentangkan spanduk yang menggambarkan rasa tidak puas mereka terhadap privatisasi terhadap sistem transportasi di area San Fransisco Bay.

Moda transportasi satu ini memang telah menjadi simbol dari gentrifikasi, yaitu persepsi terhadap kemunculan kaum urban yang mendorong harga hunian di kota tersebut, sehingga membuatnya menjadi sulit dijangkau bagi orang-orang yang penghasilannya tidak sampai enam digit (dalam Dollar AS). (fyk/fyk)

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply