Evil Geniuses: Dedengkot Gamer di Tim Juara Dunia Dota 2

Evil Geniuses: Dedengkot Gamer di Tim Juara Dunia Dota 2
Jakarta – Industri eSports dari tahun ke tahun semakin berkembang. Pertumbuhan yang pesat tersebut tak luput dari maraknya pertandingan atau turnamen akbar yang digelar di berbagai belahan dunia dengan hadiah menggiurkan. Tak pelak, industri ini kian berubah menjadi lahan mata pencaharian.

Berbondong-bondong gamer profesional bersatu dan membentuk tim agar dapat mengikuti berbagai macam kejuaraan game. Dari berbagai macam judul game, DotA (Defense of the Ancients) 2 adalah salah satu game dengan kejuaraan yang paling dinanti-nanti perhelatannya.

Pada 8 Agustus 2015 kemarin, kita sudah sama-sama menyaksikan final pertandingan DotA 2 International Championship 2015. Dalam pertandingan yang dihadiri oleh 17 ribu pasang mata itu, tim eSports asal Amerika Serikat, Evil Geniuses berhasil menumbangkan CDEC dari Tiongkok dengan skor 3-1. Atas kemenangannya itu, Evil Geniuses berhak memboyong hadiah sebesar USD 6,6 juta atau sekitar Rp 85 miliar!

Hadiah yang terbilang fantasitis dalam sejarah perhelatannya lima tahun terakhir. Lalu siapakah Evil Geniuses ini? Kapan tim ini berdiri dan bagaimana kiprahnya di jagat olahraga eletronik? Berikut profil sekilas yang berhasil detikINET rangkum dari berbagai sumber.

Evil Geniuses bisa dibilang merupakan tim atau organisasi gamer profesional yang berdiri sejak tahun 1999 untuk fokus di kejuaraan Counter-Strike. Sejak beridiri, organisasi game berbasis Amerika Serikat itu kemudian menjuarai berbagai macam turnamen game internasional. Sayang, di tahun 2012 Evil Geniuses mengumumkan jika tim Counter Strike-nya harus bubar.

Di samping Counter-Strike, organisasi ini nyatanya memiliki para jagoan-jagoan handal yang mencakup berbagai macam jenis pertandingan game, yakni DotA 2, StarCraft II: Heart of the Warm, Fighting Games (Street Fighter IV dan Marvel vs Capcom 3), Halo, dan yang terbaru adalah Super Smash Bros. Di antara cabang pertandingan game yang disebut, tim DotA 2 menjadi tim inti dan andalan di Evil Geniuses.


(ash/ash)

Beranggotakan lima orang pemain, tim yang terbentuk pada tahun 2008 (kala itu DotA) terdiri dari Saahil “UNiVeRsE” Arora, Kurtis “Aui_2000” Ling, Clinton “Fear” Loomis, Peter “ppd” Dager, dan Sumail “Suma1L” Hassan Syed.

Dari ke lima personil tadi, Suma1L menjadi anggota yang paling muda dengan usia 16 tahun. Di usianya yang masih sangat muda, Suma1L telah mencatatkan dirinya sebagai gamer top di kawasan Amerika Utara.

Begitu pula dengan personil lainnya. Semua personil DotA 2 Evil Geniuses telah melalui tes dan memang kelima orang ini merupakan dedengkotnya game. Sang kapten, Peter ‘ppd’ Dager misalnya, sebelum terjun ke dunia DotA, cowok berumur 23 tahun itu merupakan ahlinya game Heroes of Newerth (HoN).

Meski berbasis San Francisco, Amerika Serikat, namun pada kenyatannya tidak semua personilnya merupakan warga negara AS. Suma1L sendiri berasal dari Pakistan, sementara Aui_2000 merupakan warga negara Kanada. Selama perjalanannya, tim ini kerap bongkar pasang personil. Tercatat kurang lebih ada 15 mantan personil tim DotA Evil Geniuses yang juga berasal dari beragam negara.

Berbagai macam kejuaraan pun telah diikuti dan dijuarainya. Adapun kejuaraan terbaru di tahun 2015 selain DotA 2 International Championship 2015 yang diikuti meliputi Dota Pit League Season 3 (juara 1), ESL One Frankfurt 2015 (juara 2), The Summit 3 (juara 2), JoinDOTA MLG Pro League Season 1 (juara 2), Dota 2 Asia Championship 2015 (juara 1), dan Dota 2 League Season 5 (juara 3).

Karena kiprahnya yang gemilang, tim ini pun akhirnya mendapat sponsor dari berbagai pihak, mulai dari Monster Energy, SteelSeries, PlanetSIde 2, NEEDforSEAT, hingga BenQ.


(ash/ash)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar