Foodpanda Susul Rakuten, dkk Hengkang dari Indonesia

Foodpanda Susul Rakuten, dkk Hengkang dari IndonesiaFoto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta – Bisnis digital di Indonesia di satu sisi memang menyajikan janji surga alias menggiurkan. Jumlah penduduk yang besar serta ekonomi yang terus membaik jadi faktor pendukung. Namun di sisi lain, kompetisinya tetap saja sadis.

Tengok nasib Foodpanda yang akhirnya memilih angkat kaki karena tak mampu bersaing. Mereka bukan satu-satunya yang sudah mengibarkan bendera putih di Indonesia. Sudah ada nama-nama lain sebelumnya. Berikut di antaranya.

1. Multiply

Multiply memutuskan menutup lapak onlinenya pada 6 Mei 2013. Multiply mengakui sulit mencapai posisi terdepan di industri e-commerce. “Kurang lebih 1 tahun lalu, tim lokal Multiply diberi tugas sangat berat, yaitu untuk mengubah total model bisnis Multiply dari jejaring sosial ke situs e-commerce,” jelas Stefan Magdalinski, CEO Multiply.

“Setelah berusaha sangat keras, kami terpaksa mengakui bahwa kami tidak berhasil melakukannya. Saya sangat menghargai tim saya untuk segala jerih payah dan kegigihannya, walaupun hasil akhirnya bukan yang kami inginkan,” tambahnya.

Multiply sendiri disebut sebagai online marketplace. Situs model ini menyediakan lapak online kepada para penjual untuk menjajakan barangnya ke pengguna internet. Multiply kemudian menarik fee dari setiap transaksi yang terjadi. Namun mereka gagal menarik minat di Indonesia.

2. Yahoo

Pada akhir tahun 2014, Yahoo menutup kantornya di Indonesia. Menurut Barsha Panda, Head Corporate Communications Yahoo India & South East Asia keputusan tersebut merupakan bagian dari usaha Yahoo global merampingkan operasional perusahaan.

Dengan menutup markas di Indonesia, Yahoo bukan berarti menarik produk dan layanannya di Tanah Air. “Yahoo tetap berkomitmen di Indonesia dan melanjutkan untuk menawarkan produk berkualitas dengan pengalaman menakjubkan kepada pengguna dan mitra pengiklan kami,” lanjut Barsha.

Namun demikian, penutupan kantor di Indonesia tersebut menandakan Yahoo sudah melihat tidak ada harapan besar bagi bisnisnya di sini. Keputusan menutup kantor itu juga diikuti PHK sejumlah karyawan di Indonesia.

3. Rakuten

Awal tahun ini, giliran raksasa e commerce asal Jepang, Rakuten, hengkang dari Indonesia. Rakuten memastikan tutup pada 1 Maret 2016 lalu.

“Dengan menyesal kami mengumumkan bahwa Rakuten Belanja Online tidak lagi tersedia bagi pelanggan untuk melakukan pembelian per 1 Maret 2016. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda selama ini dan kami sangat berharap Anda menikmati berbelanja di Rakuten Belanja Online,” sebut pernyataan resmi Rakuten di situsnya.

Ketika itu, media Japan Times menyatakan kalau Rakuten kesulitan menghadapi kompetisi bisnis online yang sangat ketat di kawasan Asia Tenggara. Baik pemain asing ataupun lokal memang sangat agresif di wilayah ini, sebagian didukung dengan investasi dana besar.


(fyk/rns)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar