Indonesia Harus Berkaca dari Bocornya Data Facebook

Jakarta – Kebocoran data 50 juta akun pengguna Facebook turut membuat pengguna jejaring sosial di Indonesia itu was-was. Pemerintah diminta berkaca dari kejadian ini dengan mengusulkan RUU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sebagai RUU Prioritas Usul Inisiatif Pemerintah Tahun 2018.

Karena RUU ini telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI Tahun 2015-2019 sebagai usul inisiatif pemerintah.

“Selain sikap pro aktif dan waspada dari masyarakat itu sendiri untuk tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak berkepentingan, pemerintah juga memiliki peran untuk membuat masyarakat tidak was-was terhadap keamanan datanya,” ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/3/2018).

Menurutnya, kebocoran data seperti Facebook juga bisa terjadi di Indonesia. Bahkan Indonesia muncul isu soal data NIK dan Nomor KK. Karena sebelumnya masyarakat mendaftarkan nomor selularnya.

“Isu soal kebocoran data NIK dan Nomor KK belum surut. Kita dikabarkan lagi dengan kebocoran data pada Facebook. Ini memperlihatkan, sistem pengamanan akan keamanan data masyarakat belum terjamin,” kata Taufik.

Taufik menegaskan, kebocoran data tak boleh terulang lagi. Facebook dan semua jejaring sosial media wajib menjaga privasi dari data pengguna mereka.

“Kementerian atau Lembaga serta perusahaan di Indonesia yang menyimpan data pribadi masyarakat, dapat mengambil pelajaran penting dari kejadian kebocoran data di Facebook. Mereka harus memastikan bahwa mereka memiliki sistem pengamanan data yang sangat ketat,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, perusahaan jejaring sosial terbesar di dunia Facebook tengah didera krisis. Sebanyak 50 juta data penggunanya bocor dan digunakan oleh Cambridge Analytica, konsultan politik Donald Trump, untuk kepentingan kampanye pilpres Amerika Serikat.

Sang pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg tak langsung merespons skandal tersebut. Ia awalnya memilih diam dan setelah didesak banyak pihak, Zuckerberg akhirnya angkat bicara. Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun Facebook resminya, Zuckerberg meminta maaf pada pengguna dan menjanjikan sistem yang lebih aman untuk melindungi privasi data.

(nwy/ash)


About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply