Ini Alasan Kominfo Dorong Tandatangan Digital

Ini Alasan Kominfo Dorong Tandatangan DigitalFoto: Avi/detikcom
Bandung – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) coba mengoptimalkan pemanfaatan tanda tangan digital agar transaksi elektronik di kalangan masyarakat bisa semakin mudah.

Hal itu dijelaskan Kominfo ketika menyosialisasikan tanda tangan digital untuk transaksi elektronik nasional kepada masyarakat Provinsi Jawa Barat, di Kota Bandung, Rabu (13/12/2016).

Apalagi Indonesia saat ini, menurut Staf Khusus Menkominfo Lis Sutjiati, ikut diperhitungkan dalam peta persaingan e-commerce di kawasan Asia Tenggara, bahkan di Asia.

“Amerika dan China melihat potensi e-commerce di Indonesia sangat besar. Maka itu kita tidak boleh hanya jadi market saja, tapi juga harus menjadi pemain dalam market e-commerce tersebut,” kata Lis usai mengisi acara sosialisasi tanda tangan digital di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Selasa (13/12/2016).

Menurut Lis, untuk mewujudkan hal tersebut, ke depan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia harus mulai memanfaatkan tanda tangan digital sebagai pengganti tanda tangan basah untuk mengamankan setiap transaksi elektronik.

“Inilah pentingnya tanda tangan digital. Karena tanda tangan digital ini menjadi salah satu syarat untuk meningkatkan keamanan masyarakat bertransaksi elektronik di saat semua UMKM kita akan memanfaatkan digitalisasi,” terangnya.

Perempuan berambut pendek ini juga menegaskan bahwa tanda tangan digital berbeda dengan tanda tangan elektronik. Tanda tangan digital adalah skema matematis yang memiliki keunikan dalam mengidentifikasikan seorang subyek hukum di dunia digital.

“Tanda tangan digital adalah stempel otentikasi elektronik yang dienkripsi pada informasi digital seperti pesan email, makro atau dokumen elektronik lainnya. Skema ini dapat membuktikan validitas dari tanda tangan tersebut secara real time,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, sosialisasi tersebut penting karena transaksi elektronik telah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari di era digital saat ini.

“Perlahan tapi pasti transaksi elektronik ini akan menggantikan peran transaksi tunai,” ucap Iwa.

Saat ini, lanjut Iwa, e-commerce juga berkembang pesat di Jabar, salah satunya yakni besarnya transaksi pembayaran elektronik di Jawa Barat yang meningkat signifikan pada tahun 2015 dengan mencapai Rp 56 triliun.

“Di Pemprov Jabar saja salah satu transaksi elektronik diwujudkan dalam bentuk pengadaan barang dan jasa secara elektronik melalui LPSE, dan adanya pembayaran melalui pajak kendaraan bermotor secara elektronik melalui e-samsat,” bebernya.

Dengan hadirnya tanda tangan digital sebagai bentuk pengamanan transaksi elektronik, Iwa berharap bisa menjamin masyarakat dalam bertransaksi elektronik.

“Penggunaan tanda tangan digital memiliki banyak keuntungan. Yakni bisa lebih efisien, lebih cepat, lebih mudah dan lebih ramah lingkungan serta memberikan kenyamanan dalam melakukan transaksi elektronik dengan adanya jaminan keamanan,” tandasnya.
(avi/rou)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar