Ini Cara Kerja Alat Anti-Begal Motor Seharga Rp 800 Ribu | Tempo Teknologi

Minggu, 18 Oktober 2015 | 04:24 WIB


Ini Cara Kerja Alat Anti-Begal Motor Seharga Rp 800 Ribu

Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

TEMPO.CO , Bandung: Perangkat anti-begal sepeda motor karya guru SMKN 8 Bandung, Iwa Nirwana dan muridnya, berbiaya pembuatan sebesar Rp 800 ribu.

Memakai komponen di pasaran lokal, alat itu memadukan kerja perangkat lunak dan keras. “Pembuatannya sangat hati-hati, karena telepon seluler, laptop, atau sepeda motornya bisa meledak,” kata Iwa kepada Tempo, Sabtu, 17 Oktober 2015.

Pengerjaannya bersama tujuh orang siswanya di kelas X Jurusan Teknik Sepeda Motor dan teknik Kendaraan Ringan itu memakan waktu dua bulan. Iwa membuat perangkat kerasnya lebih dulu untuk ditempatkan di sepeda motor, baru kemudian aplikasi pengendali alatnya di telepon seluler berbasis sistem operasi Android.

Di dalam perangkat keras itu, Iwa memasang integrated circuit (IC) 328 P mikro sebagai otak pengendali alat yang berfungsi utama menyalakan atau mematikan mesin sepeda motor. Kemudian ada komponen penerima dan pemancar sinyal blue tooth serta Wi-Fi.

Sistem itu disambungkan ke empat kabel yang tertuju ke kunci kontak, starter, klakson, dan lampu sepeda motor. “Dua kabel lain ke sumber listrik atau aki bertegangan kurang dari 5 volt, ” ujar guru Jurusan Teknik Sepeda Motor berusia 35 tahun itu. Listrik itu untuk membuat alat terjaga setelah pemilik menyalakan tombol On.

Sejak Agustus lalu memulai dari nol, alat non-pabrikan itu akhirnya bisa memutuskan dan menghidupkan mesin sepeda motor dari pengendalian jarak jauh lewat aplikasi di telepon seluler berbasis Android.

Lewat perantara sinyal blue tooth atau Wi-Fi, sepeda motor yang dicuri dengan membobol kunci kontak, misalnya, mesinnya bisa dimatikan dari jarak 100 hingga 500 meter. “Kalau sinyal blue tooth harus bebas dari halangan tembok, sinyal Wi-Fi bisa diperkuat dengan alat lain,” ujarnya.

Menurut Iwa, penjahat bakal tak berkutik melarikan kendaraan curiannya. Pemilik kemudian tinggal mengambil dan menyalakan kembali mesin sepeda motornya. Pada aplikasi, pilihan di layar monitor ponsel pengguna terdapat fitur stop kontak, starter, kemudian pilihan lainnya untuk klakson, gas, dan rem.

Alat yang akan diperkecil ukurannya seukuran kotak korek api tersebut, nantinya akan dipasang secara tersembunyi di sepeda motor. Namun, kata Iwa, lokasinya masih bisa terjangkau sinyal. Perangkat yang juga bisa dipakai untuk mobil itu rencananya akan disempurnakan bentuknya pada tahun ini juga.

ANWAR SISWADI

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply