Intel Mulai Kapalkan Prosesor ARM, Tapi…

Intel Mulai Kapalkan Prosesor ARM, Tapi...Foto: Reuters/Tyrone Siu
Jakarta – Meski dioptimalkan untuk prosesor ARM, Intel memaksa masuk bisnis mobile menggunakan x86. Tapi bukan berarti raksasa chip ini tak membuat prosesor ARM, malah Intel kini sudah mulai dilakukan pengapalan.

Namun jangan berharap Intel menyiapkan penantang Snapdragon 820 atau MediaTek, karena prosesor ARM yang digarap Intel ternyata punya tujuan berbeda. Kalau produsen seperti Qualcomm dan MediaTek membuat prosesor ARM untuk dibenamkan di ponsel, maka Intel lebih jauh dari itu.

Prosesor berteknologi field-programmable gate array (FPGA) berbasis ARM yang dibuat Intel nyatanya digarap untuk tujuan penggunaan di server, atau untuk menangani infrastruktur berbasis software-defined networking.

Lebih lanjut, prosesor ARM ini juga optimal untuk menangani cloud computing atau sistem pencitraan dan radar.

“(Optimal untuk) komputasi dan aplikasi dengan intensitas data tinggi, seperti data center, network infratsruktur, komputasi cloud, dan radar serta sistem pencitraan,” tulis Intel dalam pernyataannya, seperti detikINET kutip dari The Register.

Intel sendiri menamainya dengan sebutan Stratix 10, dengan mengusung pabrikasi 14 nm. Teknologinya quad core 64 bit, yang di dalamnya terbenam arsitekstir Cortex-A53. Dibanding pendahulunya yang bernama Stratix V, Intel mengklaim Stratix 10 punya performa dua kali lipat lebih baik.

Namun dari sisi konsumsi daya, Stratix 10 malah lebih efisien hingga 70% dengan beban komputasi yang sama, yakni 1 teraflop (single precision) dengan memory bandwidth 1 terabyte per detik.
(yud/ash)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar