Jasa Logistik dan Transaksi Pupuk Ikut Kena Digitalisasi

Jasa Logistik dan Transaksi Pupuk Ikut Kena Digitalisasi
Jakarta – Telkom kembali memanfaatkan sinergi antar BUMN untuk mendongkrak bisnisnya. Kali ini yang digaet adalah Bhanda Ghara Reksa (BGR) yang tengah membutuhkan pengembangan sistem teknologi informasi (TI) demi transformasi bisnis perusahaan jasa logistik tersebut.

Direktur Enterprise & Business Services Telkom, Muhammad Awaluddin, mengaku siap mendukung peran BGR melalui penyediaan TI terintegrasi meliputi konektivitas data dan internet berbasis fiber optik yang sudah tergelar ke seluruh nusantara.

“Dengan solusi yang disediakan Telkom, BGR dapat meningkatkan kapabilitas TI untuk mengintegrasikan seluruh layanan produk dan jasa logistiknya,” papar pria berkumis ini kepada detikINET, Sabtu (5/12/2015).

Dijelaskan olehnya, dengan solusi sistem otomasi Machine to Machine atau M2M approach, BGR bisa menghemat biaya TI logistik secara signifikan. Karena menurut Awaluddin, akan lebih efektif dan dalam realisasi distribusinya bisa lebih cepat dari sebelumnya.

Untuk tahap awal, sinergi kedua BUMN ini akan menjalankan pilot project transaksi digital komoditi pupuk di tingkat pengecer di wilayah Lampung. Kemudian selanjutnya diperluas ke 33 propinsi dengan menerapkan solusi e-payment dan trace tracking.

Sementara itu, Direktur Utama BGR Agus Andiyani mengatakan, kerja sama dengan BGR bagian dari progam sinergi antar BUMN untuk memajukan sistem logistik perusahaan sekaligus diharapkan ikut mendorong peningkatan ekonomi nasional.

“Telkom merupakan perusahaan teknologi informasi yang handal dan sarat pengalaman serta sudah menggarap sistem TI sebagian besar BUMN di Tanah Air,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, BGR saat ini menangani berbagai kegiatan logistik meliputi, mulai dari jasa Integrated Logistics Service (ILS), Transportation, Warehousing, BGR Express, Freight Forwarding, hingga penangan limbah (BGR waste).

Komoditi atau produk yang logistiknya ditangani BGR meliputi distribusi pupuk, barang-barang elektronik, kendaraan, barang curah seperti gula, beras, semen, obat-obatan, dokumen, dan termasuk material konstruksi.

“Untuk itu BGR selaku BUMN bidang logistik berharap dapat memberi solusi pengelolaan distribusi seluruh layanan melalui pengembangan sistem informasi manajemen yang akan meningkatkan efektivitas dan akurasi distribusi,” tegasnya.

Dengan pemutakhiran sistem TI BGR, maka pada 2016 perusahaan menargetkan pendapatan sekitar Rp2 triliun, meningkat 60% dibanding pendapatan 2015 yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp 1,25 triliun. Sedangkan laba bersih pada tahun 2016 ditargetkan berkisar Rp 200 miliar atau 20% dari proyeksi pendapatan tahun itu.


(rou/afr)

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply