Jawab Masalah Haji, Kemenag Hadirkan Aplikasi Mobile | Tempo Teknologi

Selasa, 01 September 2015 | 22:02 WIB


Jawab Masalah Haji, Kemenag Hadirkan Aplikasi Mobile

Sejumlah calon Haji kloter I asal Makassar mendegarkan bimbingan haji saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Jakarta -Aplikasi Haji Pintar berbasis android yang dibuat Kementerian Agama (Kemenag) dapat membantu jamaah yang menghadapi masalah terkait layanan haji. 

Hal itu terbukti ketika 12 jamaah asal embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 02) menghadapi masalah, tertinggal dengan rombongan mereka di Madinah saat menuju Makkah, kemarin, (31/8).

“Saya langsung kirim SMS (pesan singkat) pengaduan yang ada di (aplikasi) Haji Pintar itu,” kata Sodik Kurniawan (40 tahun) , salah satu jamaah JKG 02 yang tertinggal, ketika bercerita dengan tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arab Saudi, Selasa, 

Ia mengatakan melalui aplikasi itulah ia terus berkomunikasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, khususnya yang berada di Daker Madinah. 

“Daker Madinah tahu kasus itu dari sms pengaduan saya,” ujarnya. 

Selanjutnya petugas PPIH dari Daker Madinah datang membantu dan menawarkan Sodik dan 11 rekannya untuk berangkat ke Makkah, setelah Isya dengan menggunakan Toyota Coaster, karena bus yang seharusnya membawa mereka telah tiba lebih dulu di Makkah.

Sodik dan rekan-rekannya itu seharusnya berangkat dari Madinah ke Makkah, Senin (31/8) pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Namun pada proses pengecekan, paspor mereka tidak ada di pengemudi bus, sehingga mereka tidak bisa berangkat bersama rombongan.

Akhirnya Sodik dan 11 jamaah itu baru tiba di kantor Daker Makkah sekitar pukul 07.00 WAS atau 11.00 WIB dan diterima oleh Kepala Seksi Perlindungan Jamaah, Jaetul Muchlis Basyir, dan Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Tawabuddin. 

Jaetul Muchlis Basyir yang bertanggung jawab terhadap perlindungan jamaah selama di Makkah, menilai peristiwa rombongan yang tertinggal harusnya tidak terjadi. Ia menilai ada yang kelemahan dalam pengorganisasian kloter JKG 02 

“Ketua Kloter atau ketua rombongan harusnya memeriksa apakah paspor yang sudah sesuai dengan jumlah jamaah yang ada di dalam bus sebelum berangkat,” katanya. 

Ia menjamin hak 12 jamaah itu termasuk layanan penginapan, katering, dan transportasi tidak berkurang. Ke-12 jamaah yang tiba di kantor Daker Makkah itu langsung diajak sarapan di kantin lantai 5 untuk kemudian diantar ke Masjidil Haram untuk melakukan umrah qudum (kedatangan). 

Saat ini, sampai pukul 17.00 WAS jumlah jamaah calon haji Indonesia yang telah berada di Makkah dari Madinah mencapai 4.635 orang dan 60 petugas haji. 

Sebanyak 4.097 jamaah lagi dari 10 kloter akan tiba di Makkah dari Madinah, hari ini (Selasa 1/9).

ANTARA

About The Author

Profile photo of Tempo

www.tempo.co adalah portal berita online dan offline yang terkenal dengan beritanya yang 'berani' dan menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan dengan investigasi yang terkenal 'tajam'.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar