Jurus Kaspersky Tangkal Ransomware

Jurus Kaspersky Tangkal RansomwareFoto: Internet
Jimbaran – Serangan ransomware kian merambah. Pengguna komputer dan berbagai organisasi di banyak negara menjadi korbannya. Namun, bukan berarti tidak ada jurus untuk melawannya.

Director, Global Research & Analysis Team APAC Kasperky Lab Vitaly Kamluk mengatakan, seiring kian banyak terjadi serangan ransomware, semakin sering pula bermunculan jenis ransomware baru.

Pada April 2016 misalnya, Kaspersky Lab melaporkan ransomware Trojan bernama Locky yang menyebar secara masif dan cepat. Temuan Kaspersky Security Network mencatat, setidaknya serangan Locky terjadi di 114 negara.

Ransomware sendiri adalah jenis malware yang mencari keuntungan finansial dengan menyandera data dari komputer milik korban yang terinfeksi. Pelaku kemudian menuntut sejumlah uang tebusan sebagai imbalan untuk akses ke dokumen pada korban.

“Jelas, ini jadi ancaman besar di masa depan. Masalah ransomware sendiri sebenarnya tidak baru sama sekali. Kita pernah melihat ransomware pertama pada 1989. Ini adalah serangan yang meminta korban sejumlah uang karena perangkat mereka dikunci dari jauh,” ujar Vitaly di acara Kaspersky Lab Cyber Security Weekend di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, Sabtu (8/10/2016).

Di acara ini, Vitaly memberikan gambaran mengenai cara ransomware menjerat korbannya dan membeberkan sejumlah kasus ransomware tingkat tinggi, salah satunya adalah kasus CoinVault di 2015 yang menginfeksi lebih dari 1.000 komputer berbasis Windows di lebih dari 20 negara.

Begitu seriusnya ancaman ransomware, tahun ini, Kaspersky Lab bergabung dengan Dutch National Police, Europol dan Intel Security membuat inisiatif yang mereka namakan No More Ransom yang beralamatkan di situs www.nomoreransom.org.

Ini adalah portal online yang menginformasikan ke publik mengenai bahaya ransomware dan membantu pengguna yang menjadi korban untuk mendapatkan lagi data mereka tanpa harus membayar tebusan kepada pelaku kejahatan cyber. Sejumlah jurus bisa dilakukan untuk menghalau ransomware seperti yang disarankan Kaspersky berikut.

1. Pastikan Anda selalu mem-back up file penting secara berkala. Sangat direkomendasikan untuk membuat dua kopi back up. Yang pertama disimpan di cloud dan lainnya ditaruh di perangkat penyimpanan fisik seperti portable hard drive, flashdisk, laptop tambahan, dan lain-lain.

2. Jangan pernah membuka link atau lampiran file yang mencurigakan. Pelaku kejahatan cyber kerap mendistribusikan pesan email palsu yang meniru notifikasi email dari toko online store atau bank, untuk memancing pengguna membuka link jahat dan menyebarkan malware. Metode ini disebut phishing.

3. Link jahat bisa saja dikirimkan oleh teman di media sosial atau lawan main di online game yang akunnya terinfeksi. Sebaiknya langsung tanyakan secara detail kepada mereka sebelum membuka link atau file yang dikirimkan.

4. Aktifkan opsi ‘Show file extensions’ pada pengaturan komputer berbasis Windows. Ini akan memudahkan Anda membedakan mana file yang berpotensi jahat. Jadi Anda akan benar-benar waspada untuk memastikan apakah file tersebut benar-benar invoice.pdf.exe atau invoice.pdf misalnya.

5. Update sistem operasi, browser, antivirus dan program lainnya secara teratur. Pelaku kejahatan cyber cenderung memanfaatkan kerentanan pada software untuk mengganggu sistem.

6.Gunakan program keamanan yang kuat dan andal untuk melindungi sistem Anda dari ransomware. Apalagi untuk kalangan bisnis, karena mereka menyimpan data konsumen.
(mag/mag)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar