Keunggulan Komputasi Awan di Bidang Perbankan dan Asuransi | Tempo Teknologi

Kamis, 08 Oktober 2015 | 23:00 WIB


Keunggulan Komputasi Awan di Bidang Perbankan dan Asuransi

Komputasi Awan.

SWA.CO.ID, Jakarta – Dimension Data, penyedia layanan dan solusi ICT global terdepan, menggelar diskusi dan talkshow bertema “Geliat Layanan Cloud Computing (Komputasi Awan) di Industri Perbankan dan Asuransi”. Acara ini dihadiri oleh para praktisi IT di industri perbankan, asuransi, pakar IT, serta perusahaan penyedia teknologi ICT ternama.

Melalui diskusi ini, Dimension Data mengajak pelaku industri IT dan perbankan serta asuransi untuk bersama-sama mencari solusi dan layanan yang tepat guna mendukung proses digitalisasi transaksi yang mengedepankan keamanan operasional serta efesiensi dunia perbankan dan asuransi, dan juga diskusi regulasi terkait layanan cloud computing bagi industri perbankan, asuransi, dan keuangan di era digital saat ini.

Layanan Cloud Computing atau komputasi awan di Indonesia pada segmen Infrastructure as a Service (IaaS) diperkirakan tumbuh sekitar 54 persen hingga 2015. Hingga tahun 2015 ini, nilai pasarnya sudah mencapai Rp15 triliun dan diperkirakan akan tumbuh 30 persen pada 2018.

Penggunaan cloud computing meningkat karena industri semakin sadar manfaat efisiensi biaya yang ditawarkan jasa ini. Efisiensi biaya dapat dicapai dengan manfaat dari flexibility, agility, dan scalability yang ditawarkan oleh layanan ini. Hal ini menyebabkan sektor Perbankan, Financial Services dan Asuransi (BFSI), Manufaktur dan Telekomunikasi dan IT berkontribusi sebesar 65 persen dari total pasar data center di Indonesia.

Bagi dunia perbankan dan asuransi, kebutuhan dalam layanan komputasi awan diharapkan tidak hanya mendapatkan efisiensi dalam segi biaya, namun juga mampu meningkatkan produktivitas dan mencegah pemalsuan (fraud). Beberapa perbankan nasional dan swasta di Indonesia telah menjadikan komputasi awan sebagai pendukung bahkan menjadi solusi utama dalam menggerakkan sektor perekonomian mikro. Terlebih di tengah persaingan yang semakin ketat, implementasi komputasi awan harus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha.

Terkait penerapan layanan cloud computing di industri perbankan dan keuangan Indonesia saat ini, para pelaku industri menyoroti regulasi pemerintah yang mengatur hal ini. Regulasi Pemerintah terkait komputasi awan masih sebatas PP82 yang menyatakan data-data yang terkait financial data / transaksi keuangan harus tersimpan di Indonesia. Tetapi kejelasan apa yang boleh disimpan di dalam komputasi awan masih cenderung abu-abu. Regulasi yang ada saat ini masih dalam bentuk awal belum terlalu konkret karenanya harus ada hitam putih yang jelas.

“Pemerintahan harus mengeluarkan regulasi yang jelas terkait layanan komputasi awan. Pasar komputasi awan semakin membesar di Indonesia dan pemain komputasi awan pun semakin banyak. Karena itu ranah hukum harus jelas terkait keamanan data, selain mencari bagaimana modeling finansial yang tepat,” ujar Hendra Lesmana, Chief Operating Officer PT Dimension Data Indonesia.

Tren cloud computing ke depannya semakin menarik. Cloud computing telah merajalela menjadi norma yang baru atau standard bagi praktiksi IT saat ini. Dahulu trennya ada Private dan Public Cloud. Sekarang trennya adalah solusi Hibrida yang merupakan gabungan Private dan Public Cloud. Hal ini memberikan kemudahan bagi pelanggan supaya dapat mendesain solusi yang memenuhi kebutuhan eksapansi perusahaan yang dinamis dan juga memenuhi aspek keamanan.

Dimension Data selaku perusahaan ICT, memiliki solusi cloud computing yang mumpuni untuk perusahaan berskala besar dan menengah, yang mana sanggup mengakomodasi aplikasi bisnis seperti CRM dan ERP. Solusi tersebut memberikan kemudahan kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan kapasitas infrastruktur dalam waktu cepat, fleksibel, dan mempunyai pengamanan yang handal. Terlebih solusi cloud computing Dimension Data memenuhi persyaratan audit dan compliance seperti ISO27000, SSAE-16, dan PCI-DSS, dan telah didukung dan diakreditasi oleh EMC, Cisco, VMware, dan SAP.

“Bagi Dimension Data, bisnis cloud computing adalah salah satu bisnis transformasional dengan target yang sangat agresif. Di tahun fiskal 2015, bisnis komputasi awan Dimension Data berkembang dua digit dengan target yang lebih ambisius lagi,” jelas Hendra Lesmana. Sebagai penyedia layanan komputasi awan Global, Dimension Data yang beroperasi di 60 lokasi di 13 negara Asia Pasifik, melayani banyak perusahaan dari berbagai macam industri seperti Finansial, Manufaktur dan Transportasi. Dimension Data mempunyai beberapa pelanggan di industri perbankan dan asuransi baik multinasional dan nasional.

SWA.CO.ID

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply