Keunikan Kura-kura: Bernapas Pakai Tempurung | Tempo Teknologi

Rabu, 21 Oktober 2015 | 07:15 WIB


Keunikan Kura-kura: Bernapas Pakai Tempurung

Penyu kecil berenang di Banyuwangi Sea Turtle Foundation breeding farm di Banyuwangi, Jawa Timur (23/5). Untuk merayakan Hari Penyu sedunia, yayasan tersbut melakukan pelapasan Penyu serta melakukan penelitian dan konservasi pada Penyu dan Kura-kura. (Robertus Pudyanto/Getty Images)

TEMPO.CO, Johannesburg – Berbeda dengan jenis reptil lain, kura-kura dan penyu memiliki cara bernapas yang unik. Seiring dengan proses evolusi, hewan dengan ciri tubuh dilapisi tempurung ini mengembangkan semacam “alat bantu” khusus untuk pernapasan.

Ini penting. Sebab, dengan tubuh terkungkung tempurung, kura-kura dan penyu kurang leluasa menyedot udara ke dalam paru-paru.

Melalui studi yang cermat terhadap fosil kura-kura purba dan modern, para peneliti berhasil mengungkap rahasia di balik cara bernapas penyu dan kura-kura. Mereka juga menguak proses evolusi yang menentukan pembentukan alat bantu pernapasan yang unik tersebut. Temuan ini dipublikasi dalam sebuah makalah berjudul Origin of the Unique Ventilatory Apparatus of Turtles dalam jurnal ilmiah Nature Communications.

Tyler Lyson, peneliti dari Pusat Studi Evolusi, University of the Witwatersrand di Johannesburg, Afrika Selatan, mengatakan kura-kura dan penyu memiliki rancangan tubuh yang aneh. Satu hal yang lebih membingungkan adalah fakta bahwa rusuk mereka menyatu dengan tulang belakang dan membentuk tempurung, ciri khas kelompok hewan ini.

“Tidak ada hewan lain yang melakukan itu,” tulis dia. Lyson menyatakan tulang rusuk berperan sangat penting dalam proses pernapasan pada sebagian besar hewan, termasuk mamalia, burung, buaya, dan kadal. Rusuk dan otot-otot yang membelitnya membantu paru-paru menyedot dan mengembuskan udara.

Pengecualian dijumpai pada kura-kura dan penyu, yang telah mengembangkan jalinan otot perut unik yang langsung membungkus paru-paru dan organ dalam. “Jalinan otot inilah yang membantu mereka bernapas,” ucap dia.

Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa tempurung dan mekanisme pernapasan pada kura-kura dan penyu berevolusi secara beriringan. Namun, mana yang berkembang lebih dulu? Ini seperti menjawab pertanyaan klasik tentang lebih dulu mana antara ayam dan telur.

Dengan mempelajari anatomi dan jaringan tubuh, Lyson dan timnya menemukan bahwa organ pernapasan unik kura-kura modern juga dijumpai pada fosil kura-kura purba Eunotosaurus africanus.

NATURE COMMUNICATIONS | AMRI MAHBUB

About The Author

Profile photo of Tempo

www.tempo.co adalah portal berita online dan offline yang terkenal dengan beritanya yang 'berani' dan menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan dengan investigasi yang terkenal 'tajam'.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar