Kisah Menarik Investor di Balik Sukses Skype

Kisah Menarik Investor di Balik Sukses SkypeFoto: Istimewa
Jakarta – Salah satu hal menarik dari Skype hingga akhirnya menjadi perusahaan besar dan dibeli Microsoft adalah para investor yang ikut berperan di dalamnya. CEO Mangrove Capital Mark Tulsz punya kesan mendalam tersendiri terhadap Skype.

Mangrove Capital yang digawanginya, menjadi venture capital pertama yang berinvestasi di Skype dan menjadi saksi sejarah pertumbuhan Skype dari startup menjadi perusahaan besar.

“Skype adalah investasi besar pertama saya. Saya berinvestasi pada 2003. Saya bertemu dengan pendirinya dan wow, ini adalah dua orang hebat dengan visi yang hebat,” sebut Mark saat berbincang dengan detikINET beberapa waktu lalu.

Mark terkesan dengan visi dua pendirinya, Niklas Zennstrom dari Swedia dan Janus Friis dari Denmark yang punya ide agar setiap orang tidak bergantung pada perusahaan telepon.

“Itu adalah visi yang keren. Saya berinvestasi sebelum produknya ada. Enam bulan sebelum diluncurkan, saya berinvestasi sebesar USD 100 ribu. Dan USD 100 ribu tersebut menjadi investasi yang sukses,” sebutnya.

Yang menyenangkan bagi Mark, startup yang didanainya ini di kemudian hari bisa mengubah cara orang berkomunikasi. Mereka mulai terbiasa melakukan panggilan telepon gratis dengan memanfaatkan koneksi internet.

Dikatakannya, situasi saat Skype pertama kali mengemukakan idenya sangat berbeda dengan sekarang. Saat itu tidak ada orang percaya bisa melakukan panggilan telepon gratis melalui komputer. Namun perlahan, apa yang dimimpikan duet pendiri Skype terwujud, bahkan di zaman sekarang, telepon gratis melalui koneksi internet sudah menjadi sesuatu yang lazim.

“Di 2003 tidak ada yang melakukannya. Siapa yang mau percaya? Kami tahu bahwa kami memiliki pendiri startup yang hebat dan bisa mengubah sesuatu dengan ide mereka,” kenangnya.

Unicorn Pertama dari Eropa

Yang lebih penting bagi Mark, Skype kemudian menjadi contoh sukses unicorn pertama dari Eropa. Hal ini menjadi pembuktian bagi para startup di Eropa, bahwa mereka bisa sukses di tanah mereka sendiri.

“Skype memperlihatkan kepada orang-orang Eropa bahwa Anda bisa sukses di Eropa. Kita tidak perlu pindah ke Sillicon Valley untuk bisa sukses,” ujarnya.

Tak heran jika Skype dibanggakan sebagai contoh startup sukses dalam portfolio investasi Mangrove Capital. Skype bahkan dilirik perusahaan sekelas Microsoft yang mengakuisisinya senilai USD 8,5 miliar.

“Tantangan untuk menjadi perubahan ada di semua pasar termasuk Indonesia. Kita perlu kisah sukses di sini yang akan membuat orang sadar, tidak apa-apa tetap di sini. Pasar ini cukup besar dan saya bisa sukses di sini,” tutupnya.
(rns/fyk)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar