Kisah Viral yang Mengharukan di Balik Foto USG Seorang Ibu

Jakarta – Foto USG ini adalah milik ibu bernama Emily Christine saat usia kandungannya 8 minggu. Emily mengatakan, menjadi hal yang mendebarkan ketika ia akan melakukan USG saat itu. Namun, kenyataan berkata lain.

“Foto itu terlihat berbeda dengan apa yang banyak teman wanita saya unggah dan saya searching di internet soal bagaimana rupa foto USG saat usia kandungan 8 minggu. Saya tidak melihat apa-apa karena ternyata, saya baru saja keguguran beberapa jam sebelumnya,” tulis Emily di foto yang ia unggah di halaman Facebook-nya.

Teknisi USG dan suami Emily berusaha menenangkan Emily. Tapi, ia yakin ada sesuatu yang salah dengannya. Kala itu, kata Emily, ia takut untuk menangis. Seperti ibu lainnya, perasaan hancur dialami Emily saat tahu ia kehilangan bayinya.

“Dokter tidak membiarkan saya pergi tanpa ada peringatan darinya. Hanya saja, dia tidak memberi tahu segala sesuatu yang akan terjadi setelah peristiwa ini. Dia tidak memberi tahu saya bahwa tubuh saya perlu waktu untuk ‘membersihkan diri’, dia tidak memberi tahu bahwa saya harus melihat suami saya bersedih, dia tidak memberi tahu bagaimana saya memberi tahu ibu saya, dia tidak memberi tahu bagaimana saya memberi tahu orang lain saya baik-baik saja saat sau atidak baik-baik saja,” tutur Emily.

Meski kala itu sang dokter mempersilakan Emily menangis dan meyakinkan bahwa Emily tidak sendirian, tapi Emily tetap merasa sendiri. Emily mengatakan sejatinya keguguran adalah hal yang umum dan benar-benar bisa terjadi. Meski demikian, Emily tetap merasa sendiri karena memang tidak ada orang yang membicarakan hal ini sebab keguguran masih dianggap tabu.

“Orang mungkin berpikir kenapa saya mau berbagi cerita saya tapi ini saya lakukan untuk membantu proses pemulihan saya. Saya hanya ingin berbagi dengan wanita lain yang mengalami keguguran dan mengingatkan bahwa mereka tidak sendiri. Ada harapan setelah kesedihan yang kita rasakan ini,” tambah Emily.

Sejak diunggah pada 17 Januari lalu, foto USG Emily sudah dibagikan oleh lebih dari 34 ribu netizen. Sebanyak 4.968 netizen juga menyampaikan komentarnya. Kebanyakan netizen menyampaikan belasungkawa dan rasa terima kasihnya karena Emily mau berbagi pengalamannya. Tak sedikit pula netizen yang turut membagikan pengalamannya saat keguguran.

Terkait keguguran yang dialami calon ibu, psikolog keluarga Anna Surti Ariani MPsi, Psikolog atau Nina mengatakan menangis ketika terjadi keguguran boleh-boleh saja. Sebab, pada dasarnya emosi negatif bukan untuk disimpan tetapi diekspresikan. Ibarat sebuah botol berisi air kotor, maka air tersebut harus dikeluarkan lebih dulu sebelum diisi air bersih.

Bagi kerabat dan teman pun diharapkan bisa lebih bijak dalam menghibur si calon ibu, juga calon ayah. Jika ingin bicara, usahakan gunakan kata-kata netral. Misalnya ‘aku turut kehilangan’ atau ‘aku ikut berduka cita’. Menurut Nina, jangan ucapkan ‘nanti juga ada gantinya’. Sebab, janin adalah seseorang dan tidak akan bisa tergantikan.

Selain itu, jangan katakan pula bahwa sekian persen ibu hamil akan mengalami keguguran. Meski secara medis data tersebut ada, ketika kalimat itu diucapkan pasca seseorang keguguran akan menimbulkan kesan merendahkan.

“Kalau kebetulan kita juga pernah mengalaminya bisa bilang “Eh anakmu udah dikasih nama belum? nanti anak kita bisa ketemu tuh dan main bareng di surga’. Atau kebetulan ayahnya yang sudah nggak ada, bisa katakan ‘nanti ayahku bisa ngajak main anak kamu ya’. Kayak gitu bisa banget pada beberapa orang membuat dia lebih tenang saat masih sedih,” kata Nina. (rdn/jsn)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar