Mark Zuckerberg pakai suara Morgan Freeman sebagai "asisten pintar"

Mark Zuckerberg pakai suara Morgan Freeman sebagai

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menyampaikan pidato kunci di Konferensi Facebook F8, di San Francisco, Amerika Serikat, Rabu (25/8). (REUTERS/Robert Galbraith)
Jakarta (ANTARA News) – CEO sekaligus cofounder Facebook Mark Zuckerberg mengunggah sebuah video yang sedang menggunakan aplikasi kecerdasan buatan atau artificial intelligent yang dibangunnya untuk rumahnya, disuarakan tak lain dan tak bukan oleh aktor Morgan Freeman pada Selasa (20/12).

Pada Bulan Oktober, Zuckerberg meminta saran pada para pengikutnya siapa yang cocok menjadi pengisi suara Jarvis, alat artificial intelligent-nya yang terinspirasi oleh Iron Man. Freeman adalah pilihan teratas, CNN.

Secara pribadi Zuckerberg menelepon Freeman untuk memintanya menjadi pengisi suara. Robert Downey Jr pun juga pernah menawarkan jasanya untuk menjadi pengisi suara Jarvis.

Layaknya Alexa milik Amazon, Jarvis dapat diaktifkan melalui suara (atau teks) dan terhubung dengan berbagai obyek di rumah.

Dalam video, sang asisten pintar itu tampak tengah menyesuaikan alat pengatur panas ruangan, membuat roti panggang untuk sarapan dan memberi tahu saat kedua orang tua Zuckerberg berkunjung ke rumahnya dengan mengenali wajah mereka.

Jarvis juga bisa menyetel musik sesuai perintah–atau memilih untuk tidak melakukannya.

“Putarkan lagu-lagu Nickleback yang bagus,” Zuckerberg meminta Jarvis dalam video tersebut. “Maaf Mark, saya tak bisa melakukannya,” kata Jarvis dengan suara khas Freeman. “Lagu Nickleback tak ada yang bagus.”

Video itu dimaksudkan sebagai “ringkasan yang menyenangkan dan bukannya demo langsung,” demikian menurut Zuckerberg.

Demo yang sesungguhnya tersedia untuk Fast Company terbukti memiliki beberapa kesalahan saat mematikan lampu dan memutar lagu.

Zuckerberg memiliki resolusi Tahun Baru untuk “membangun AI sederhana untuk dijalankan di rumah-rumah dan membantu saya bekerja.”

Proyek itu rupanya lebih menantang dibanding yang diharapkannya.

Dia kesulitan menemukan perkakas rumah tangga yang bisa dinyalakan dan dimatikan menggunakan remote melalui sebuah aplikasi dan dia juga harus mencari tahu nuansa bahasa yang digunakan untuk merikues lagu. Secara keseluruhan dia menghabiskan sekitar 100 jam waktunya untuk membangun Jarvis, sementara dia masih menjalankan Facebook.

“Sebagai CEO Facebook, saya tak punya cukup waktu untuk menulis kode di lingkungan internal kami. Saya tak pernah berhenti membuat kode, namun akhir-akhir ini saya lebih banyak membangun proyek personal seperti Jarvis,” tulis Zuckerberg di sebuah unggahan Facebook minggu ini.

Di masa depan, Zuckerberg berharapmembangun sebuah aplikasi Android untuk Jarvis dan menghubungkannya ke lebih banyak perkakas rumah tangga dan ruangan di rumah.

“Tujuan saya adalah mempelajari tentang kondisi artificial intelligent,” tulis Zuckerberg di unggahan, “di mana lebih jauh dibanding apa yang disadari orang-orang dan masih jauh.”

Penerjemah: Ida Nurcahyani

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2016

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar