Mayoritas Rantai Pasokan Apple Tidak Mau Pindah Produksi ke AS

Foxconn

Mayoritas rantai pasokan Apple di daratan Tiongkok dikabarkan bakal menolak rencana Apple untuk memindahkan produksinya ke Amerika Serikat sebagaimana didesak Presiden terpilih AS Donald Trump.

Salah satu rantai pasokan yang bakal menolak rencana Apple tersebut adalah perusahaan pembuat penutup kaca iPhone, Lens Technology. Diberitakan Digitimes, Lens Tecnology enggan membangun fasilitas produksinya di AS lantaran menghadapi sejumlah kendala.

Sejumlah kendala itu disebutkan Lens Technologi terkait dengan ketersediaan pekerja AS dengan umur di bawah 45 tahun dan pekerja di sana tidak suka dengan jam kerja yang beragam dibandingkan pekerja Tiongkok.

Lens Technology, a China-based supplier of cover glass used in iPhones, indicated that it will not set up production lines in the US due to labor supply, although power and land costs in the US are lower than in China. Lens Technology has 70,000 workers of whom all are below 45 in age, while most labor in the US is of over 45 years old, the company said. In addition to high wage rates, workers in the US are reluctant to accept varying working schedules, Lens Technology added.

Sejurus dengan Lens Technology, rantai pasokan Apple yang lain berlokasi di Shenzhen, Tiongkok Selatan, juga tidak menyukai rencana Apple tersebut. Menurut mereka, rantai pasokan di Tiongkok sudah lengkap, mulai dari pembuat layar, modul, PCB, baterai, dan perakitan.



Terlebih, rantai pasokan tersebut dikatakan bisa cepat tanggap dan beradaptasi. Contohnya, mereka mampu mengerjakan pesanan komponen metal cetak hanya dalam 10 hari. Di AS, pengerjaan komponen yang sama membutuhkan waktu hingga satu bulan lamanya.

Wacana Apple untuk memindahkan produksinya dari Tiongkok ke AS berasal dari Donald Trump. Dalam kampanye presidensialnya, dia punya cara supaya Apple mau melakukannya yaitu dengan memberikan insentif dan tingkat pajak yang rendah kepada mereka.

Apple sendiri sudah mulai meminta para suppliernya untuk bisa membangun produksinya di AS. Foxconn dalam hal ini setuju-setuju dengan rencana tersebut, namun Pegatron dikabarkan menolaknya dikarenakan biaya produksi yang bakal mahal, disamping upah buruh yang juga bakal bertambah.






About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar