Mengulas Masa Depan Robot Industri di Indonesia

Jakarta – Robot industri sedang naik daun dengan rata-rata peningkatan penjualan global (CAGR) sebesar 16% per tahun dari 2010 hingga 2015. Pertumbuhan ini terjadi di beberapa sektor pabrikan, mulai dari elektronik, otomotif, hingga plastik dan karet.

Namun apa sebenarnya industri robot dan apa artinya untuk dunia bisnis di Indonesia?

Secara sederhana, robot industri adalah objek yang dibuat dari minimum tiga atau lebih poros yang pergerakannya dapat dikendalikan dan diprogram secara individu. Robot industri biasanya digunakan untuk gerakan yang berulang-ulang dan dapat diprediksi dalam proses perakitan.

Dengan robot ini, perusahaan tradisional di manapun bisa memproduksi barang dengan biaya lebih hemat dan lebih cepat, serta lebih akurat dibandingkan sebelumnya.

Robot industri juga bisa dimanfaatkan untuk menangani pekerjaan dengan risiko tinggi yang mungkin bisa membahayakan pekerja manusia, terutama di pabrik yang menggunakan bahan kimia atau beban berat.

Hal ini menjadi berita menggembirakan untuk sektor manufaktur Indonesia. meskipun Produk Domestik Bruto (PDB) diharapkan meningkat sebesar 5,3% tahun ini, aktivitas pabrikasi atau manufacturing akan terus mengalami kontraksi secara keseluruhan – dengan beragam alasan seperti anggaran yang terbatas, kesenjangan teknologi terkait otomatisasi dan kurangnya tenaga kerja terampil juga berkontribusi terhadap penurunan di sector manufaktur ini.

Dengan berbagai tekanan ini, teknologi canggih seperti robot bisa memainkan peran penting dalam mempertahankan daya saing sektor-sektor tersebut. Perusahaan-perusahaan di dunia menerapkan otomatisasi untuk meningkatkan produktivitas, memperbaiki stabilitas produksi dan terus menawarkan produk-produk dengan kualitas tinggi dengan biaya yang sama atau lebih murah. Kini, perusahaan di Indonesia bisa melakukan hal yang sama.

Teman Robot

Laporan International Federation of Robotics (IFR) menunjukkan, tingkat otomatisasi Indonesia adalah 39 unit robot per 10.000 karyawan — jauh lebih rendah dari rata-rata global yang mencapai 66 unit robot per 10.000 karyawan.

Namun, angka ini akan bertambah. Dengan hampir 1,3 robot juta robot industri baru yang akan terpasang di pabrik-pabrik di seluruh dunia hingga tahun 2018, robot industri akan menjadi unggulan dalam lingkungan produksi dengan fungsi sebagai alat yang bisa diandalkan untuk membantu pekerja dalam menjalankan operasional harian.

Dengan semakin ketatnya persaingan di semua industri, perusahaan-perusahaan Indonesia semakin menargetkan untuk mengembangkan beragam produk dan layanan baru yang akan membedakan mereka dari para pesaing.

Di sinilah otomatisasi bisa membantu — robot membantu mengurangi tekanan pada operasional harian industri manufaktur, sementara proses produksi dapat dilalukan dengan lebih cepat, lebih murah dan lebih akurat.

Selain pertimbangan finansial, peningkatan keterampilan karyawan juga merupakan elemen penting yang harus diutamakan. Robot kolaboratif atau cobot, adalah generasi baru mobile robot yang lebih ringan dan lebih mobile yang dapat bekerja dengan aman berdampingan dengan pekerja manusia berkat kemajuan dalam teknologi sensor dan vision.

Cobot-cobot tersebut fleksibel dan mudah diprogram, mampu menjalankan aplikasi berdasarkan program seperti mengangkat dan meletakkan, merawat atau melakukan penandaan terhadap mesin.

Dengan ini, pekerja manusia memiliki kesempatan untuk meng-upgrade keterampilan mereka dengan mudah menggunakan teknologi yang membantu menjalankan tugas repetitif secara lebih cepat dengan tingkat presisi yang sempurna.

Sebagai contoh, dalam industri manufaktur, cobot bisa diprogram untuk mengerjakan pekerjaan rutin dan berulang seperti perakitan, pengecoran dan pemasangan baut – semua ini merupakan pekerjaan yang memakan waktu dan membutuhkan prosedur dengan standar tinggi. Dengan cobot, komponen dari lini produksi tertentu bisa dinilai oleh sistem untuk pengecekan kualitas, ditarik atau diteruskan ke destinasi selanjutnya.

Cobot juga membebaskan pekerja dari pekerjaan berulang, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk lebih memainkan peran sebagai pengawas atau manajemen proyek. Mereka juga memiliki peluang untuk dapat meng-upgrade keterampilan mereka.

Hal seperti ini akan memberi kesempatan kepada para pekerja di Indonesia untuk mengembangkan keterampilan profesional mereka yang akan bermanfaat dalam jangka panjang.

Melihat lebih dekat ke UKM di Indonesia, yang merupakan 99,95% dari seluruh perusahaan di negara ini, cobot memberikan berbagai keuntungan ini dengan pengembalian modal yang lebih cepat dibandingkan robot industri tradisional, sehingga menjadikannya cocok untuk semua perusahaan terlepas dari skala atau jenis industrinya.

Masa Depan

Teknologi canggih saat ini menawarkan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh sektor manufaktur untuk menyederhanakan proses produksi.

Dengan hadirnya robot industri, terutama cobot, karyawan akan terus memerankan peran penting sebagai rekan kerja kolaboratif yang men-supervisi dan memastikan pekerjaan dijalankan dengan lancar dan aman, namun prosesnya dirampungkan dengan sangat presisi dan lebih cepat.

Pemilik perusahaan yang sudah membuat pabrik cerdas akan segera menyadari perlunya mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Transisi menuju otomatisasi akan datang dengan beragam tantangan, namun penting bagi mereka untuk melihat hal ini sebagai sebuah peralihan yang optimis guna meningkatkan rantai nilai.

Robot adalah bagian dari kemajuan teknologi yang diciptakan untuk mendukung perusahaan agar dapat berkembang di industri mereka di tengah kondisi ekonomi yang selalu bergejolak.

Penulis, Shermine Gotfredsen merupakan General Manager APAC dari Universal Robots. (asj/asj)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar