Mengunjungi 'Bidan' Kelahiran Satelit Telkom 3S

Cannes, Prancis – Sebelum menyaksikan peluncurannya di Kourou, Guyana Prancis, Amerika Selatan, detikINET mendatangi pabrik milik Thales Alenia Space di Cannes, Prancis, yang jadi bidan kelahiran satelit Telkom 3S.

“Setiap ada satelit yang keluar dari tempat ini, kami merasa sedih. Telkom 3S sudah seperti bayi kami, dan sekarang sudah dibawa ke Kourou,” kata Head of Assembly Integration and Test of Satellite Thales Alenia Space Phillipe Breton saat menunjukkan tempat kelahiran Telkom 3S di Cannes, Prancis.

Di Prancis, Thales memiliki dua lokasi untuk pembuatan satelit. Pertama di Toulouse untuk pembuatan payload transponder. Kemudian di Cannes, untuk finalisasi lebih lanjut.

Di pabrik yang memiliki fasilitas lahan seluas 17,5 hektar di Allée des Gabians, Cannes, itu detikINET melihat langsung pengolahan bahan mentah untuk pembuatan satelit, hingga pengetesan untuk antena satelit yang dibuat kondisi menyerupai di luar angkasa.

Kenapa kami sebut beruntung? Karena tidak semua orang bisa melihat langsung proses pembuatannya. Untuk berfoto pun biasanya dilarang. Namun kali ini kami berhasil melobi pihak Thales sehingga mendapat izin untuk mendokumentasikannya atas persetujuan mereka.

Mengunjungi 'Bidan' Kelahiran Satelit Telkom 3S(detikINET/Achmad Rouzni Noor)

“Ada sekitar 2.500 orang per hari beraktivitas di Cannes, dimana 12% mengerjakan project management, 46% melakukan design engineering, electronic, mechanical, thermal dan optical domains, sisanya manufacturing, assembly, integration dan test activities,” kata Phillipe.

Thales Alenia Space yang merupakan joint venture Thales dan Leonardo, total mempekerjakan 8.000 tenaga ahli yang mayoritas memang bekerja di Prancis. Thales sendiri punya 14 site di 8 negara dan berhasil membukukan penjualan dari sebesar 2,1 miliar euro untuk bisnis satelit telekomunikasi, baik untuk sipil maupun militer.

“Kami bermain mulai peralatan hingga end to end space system bagi satelit. Kami memiliki 8.000 tenaga kerja, 14 sites di 8 negara, dan tahun 2015 lalu mencatat penjualan lebih dari dua miliar Euro,” kata Benoit Hancart, Civilian and Defence Affairs, Thales Alenia Space.

Pada 2015 lalu, pasar yang dilayani TAS datang dari pertahanan, komersial, dan institusi. Sedangkan dilihat dari aktivitas, sektor telekomunikasi lumayan dominan. Sisanya untuk observasi, ilmu pengetahuan, navigasi, dan lainnya. Pada 2016, ada delapan kontrak di observasi, tiga kontrak untuk industri telekomunikasi, dan tujuh satelit diluncurkan.

Mengunjungi 'Bidan' Kelahiran Satelit Telkom 3S(detikINET/Achmad Rouzni Noor)

Reputasi tinggi di bisnis satelit global itulah yang kemudian membuat Telkom menjatuhkan pilihannya kepada Thales Alenia Space. Menurut Direktur Network IT & Solution Telkom, Abdus Somad Arief, Thales masuk dalam top 5 pembuat satelit dunia.

“Kita sudah lihat fasilitas dan reputasi Thales Alenia. Untuk mitra launcher kami, Arianespace adalah yang terbaik juga di bisnisnya. Jadi, bisa dikatakan, Telkom 3S ditangani oleh ahli terbaik di industri satelit. Semoga peluncurannya nanti berjalan lancar,” pungkasnya.

Satelit Telkom 3S rencananya akan diluncurkan dari Guiana Space Center, Kourou, Guyana Prancis, Amerika Selatan pada 14 Februari waktu setempat antara 06.39 dan 08.05 atau UTC 21:39 dan 23:05 PM. Sementara di Indonesia, peluncurannya diperkirakan pukul 04.39 WIB pada 15 Februari WIB.

“Satelit ini nanti terbang tepat di hari Valentine. Mudah-mudahan bisa membawa cinta buat kita semua. From Kourou with love,” kata Sandrine Bielecki, Media Relation Thales Alenia Space. (rou/rns)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar