Mobil Baru Jadi Taksi Online? Ini Aturan Kemenhub

Mobil Baru Jadi Taksi Online? Ini Aturan KemenhubFoto: Grandyos Zafna
JakartaKementerian Perhubungan menjelaskan aturan main dan kewajiban untuk armada taksi online seperti Uber, Grab, dan Go-Car yang mobilnya baru keluar dari showroom.

Dijelaskan, armada taksi online yang baru keluar dari showroom tentu sudah lolos dari kontrol kualitas. Namun selanjutnya, tetap melakukan uji KIR satu tahun pasca Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) terbit.

“Untuk kendaraan baru yang termasuk kategori kendaraan wajib uji, maka uji berkala pertama kali dilakukan setelah satu tahun sejak diterbitkannya STNK,” jelas Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto, dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (8/12/2016).

Untuk kendaraan baru yang akan difungsikan sebagai taksi berbasis aplikasi, Pudji menyebutkan, perlakuannya sama dengan kendaraan baru pada umumnya.

“Namun selanjutnya harus dilakukan uji berkala (uji KIR) setiap enam bulan sekali sebagai uji kelayakan regular sebelum kendaraan dioperasikan. Saya jelaskan, karena ini membawa penumpang, banyak, dan orangnya bukan orang yang kita kenal (pelayanan umum), jadi bagi yang bersangkutan kendaraannya harus diuji dari sisi kelayakan,” jelas Pudji.

Menurut Pudji, pada registrasi pertama kali untuk uji berkala, maka akan mendapatkan nomor uji serta pencatatan di buku induk unit KIR. “Sedangkan untuk uji berkala dilakukan secara berkala enam bulan sekali,” kata Pudji.

“Oleh karenanya perlu saya luruskan bahwa pada kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan, ada dua pengujian yang harus dilakukan. Pertama, uji tipe dan kedua, bagi kendaraan bermotor yang termasuk kategori wajib uji berkala, wajib dilakukan uji berkala atau KIR,” ungkap Pudji.

Pada uji tipe, maka akan diterbitkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) yang merupakan dokumen yang dikeluarkan untuk pengajuan kendaraan baru yang akan diproduksi massal atau diimpor. Selanjutnya setiap unit yang diproduksi atau diimpor wajib memiliki dokumen Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

“Uji tipe kendaraan sesuai Undang Undang mutlak kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan,” jelas Pudji di Jakarta.

SRUT menurut Pudji, diajukan ke pemerintah pusat oleh pabrikan atau karoseri, bukan oleh perorangan atau individu. SRUT menjadi dasar bagi kepolisian untuk mengeluarkan STNK dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
(nwk/rou)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar