Motorola Komentari Kegagalan LG G5 & Project Ara

Jakarta – Pengembangan ponsel ‘jangkrik’ milik Google, yakni Project Ara, tidak diteruskan lagi. Motorola pun punya pandangan tersendiri, mengapa Project Ara pada akhirnya harus mengalami kegagalan.

Motorola yang kini di bawah naungan Lenovo baru saja merilis ponsel modular yang diberi nama Moto Z. Tidak heran memang mengapa Motorola merilis ponsel modular, karena pengembangan Project Ara kala itu berjalan di bawah wewenang Motorola ketika vendor ponsel ini masih milik Google.

Karenanya, Motorola memiliki pendapat tersendiri mengapa Project Ara terhenti. “Mereka tak benar-benar memikirkan konsumen. Seluruh idenya berdasarkan teknologi di sekitar, apa yang bisa dilakukan, tapi tidak apa yang konsumen inginkan,” ujar Senior Manager Moto Mods Ecosystem, Stephen McDonnell, dikutip detikINET dari Ubergizmo, Selasa (31/1/2017).

Motorola Komentari Kegagalan LG G5 & Project AraFoto: Ponsel modular Google (GettyImages)

Menurut McDonnell, yang diinginkan Google adalah teknologi seperti menggonta-ganti spek, tapi tidak mengubah pengalaman pengguna menjadi lebih baik. “Walau konsepnya sangat menarik bagi developer, mungkin bagi konsumen malah sebaliknya,” ujarnya kemudian.

Tak hanya berpendapat soal Project Ara, McDonnell juga memberikan pendapat soal gagalnya LG G5. Menurutnya pendekatan LG salah, di mana pengguna harus mematikan ponsel setiap kali ingin berganti modular. Ia pun percaya jika Motorola punya solusi yang tepat dengan Moto Mods.

“Orang tidak ingin memasang Mods sepanjang waktu, hanya ketika mereka menggunakannya. Anda pergi ke pertandingan kriket, Anda menggunakan modular Hasselblad untuk memotret selama beberapa jam, beberapa gambar, setelah itu dilepas,” pungkasnya. (mag/fyk)

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply