Nintendo Switch Kena 'PHP' Game Persona 5 & Yakuza 0

Jakarta – Meski belum dirilis, beberapa publisher game dilaporkan telah menjalin kerjasama dengan Nintendo untuk konsol Switch, seperti Sega dan Atlus. Namun sayang, spekulasi kehadiran Persona 5 dan Yakuza 0 yang sempat muncul nyatanya sebatas pemberi harapan palsu (PHP) untuk fans Nintendo Switch.

Padahal sebelumnya baik Persona 5 dan Yakuza 0 menjadi game yang paling diantisipasi peluncurannya. Namun semua penantian pupus setelah PR Manager Atlus USA dan Sega of America, Jogn Hardin resmi mengonfirmasi, kalau Persona 5 tetap akan menjadi game eksklusif di PlayStation 4 dan PlayStation 3. Sementara Yakuza 0 di PlayStation 4.

“Ya begitu. Tidak di Switch. Tidak di PC,” kicau Hardin di akun Twitternya.

Dikutip detikINET dari IGN, beberapa waktu lalu Sega dan Atlus sempat mengonfirmasi bila mereka akan siap mendukung platform Switch. Hanya saja, ternyata bukan Persona 5 dan Yakuza 0 yang dipilih produsen game tersebut. Sega dan Atlus lebih memilih merilis game lain, yang salah satunya adalah Sonic.

Foto: internet

Game Sonic anyar digarap oleh tim yang sama ketika menggarap Sonic Colors (2010) dan Sonic Generations (2011). Game ini akan hadir di tahun 2017, tak lama setelah Switch dirilis.

Selain Sega dan Atlus, Nintendo telah banyak menggandeng publisher dan developer game untuk ekosistem Switch. Nama-nama yang didapat sejauh ini antara lain, Konami, Ubisoft, Bethesda Softworks, Activision, Havok, dan lain-lain. (mag/yud)

Jakarta – Switch, konsol teranyar Nintendo, disebut-sebut akan menjadi senjata pamungkas dalam bersaing di jagat industri game. Sayang, konsol ini diprediksi tak akan sanggup menjalankan game next-gen.

Ketika diumbar lewat video trailer beberapa waktu lalu, tampak seorang pria memainkan game The Elder Scrolls V: Skyrim di Switch. Game buatan Bethesda Softworks ini diketahui rilis tahun 2011 silam di era konsol last-gen (PlayStation 3 dan Xbox 360). Dan ketika ditampilkan di Switch, tampak terjadi sedikit pemolesan grafis.

Sayangnya, Switch diprediksi tak akan bisa mendukung game yang rilis di era next-gen seperti PlayStation 4 dan Xbox One. Hal ini terjadi karena perbedaan hardware itu sendiri, di mana kecepatan prosesor Switch, menurut mantan senior rendering artist Ubisoft Sebastian Aaltonen, tak sebagus kedua konsol tadi.

“Sekitar 50% dari frame time engine game saat ini memiliki komputasi shader yang berjalan di 25,6 GB/s, di mana semua tahu bahwa kecepatan 64 GB/s yang dimiliki Xbox One saja tak cukup bagus. Switch imbang untuk game last-gen,” tulis Aaltonen dikutip detikINET dari Ubergizmo, Minggu (1/1/2017).

Entah benar atau tidak, ini sepertinya hanya prediksi Aaltonen belaka. Meski begitu, ada beberapa pendapat yang memperkuat, seperti yang diucapkan oleh OBE1Plays di YouTube, game seperti Read Dead Redemption tak akan hadir untuk Switch.

Meski begitu, game Nintendo selalu punya pasar masing-masing. Karenanya, mungkin nantinya Nintendo akan menciptakan game sendiri yang bisa dinikmati oleh penggemarnya tanpa harus mengikuti game yang sudah ada di konsol lain.

(mag/rns)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar