Pasal Karet UU ITE Jerat 225 Orang

Jakarta – Pasal karet Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) telah memakan banyak korban. Hingga sekarang sudah ada ratusan laporan dari seluruh Indonesia.

Hal tersebut tertuang dalam laporan Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet). Disebutkannya sepanjang 2008 sampai 2016 sudah ada 225 kasus laporan terkait UU ITE. Namun laporan terverifikasi hanya 177 kasus.

“Kami meyakini jumlah sebenarnya jaul lebih banyak dari temuan Safenet. Kendalanya jumlah relawan yang turun ke lapangan cukup terbatas,” kata Daeng Ipul, Relawan Safenet, dalam acara Dialog Dinamika UU ITE Pasca Revisi di Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Tahun ini saja ada 77 laporan yang telah terverifikasi, sementara yang belum mencapai 14 laporan. Jumlah ini naik dua kali lipat dari 2015. Safenet mencatat tahun lalu ada 29 laporan terkait UU ITE.

Dari seluruh 177 laporan yang tercatat didominasi kasus pencemaran nama baik. Jumlahnya mencapai 141 laporan atau sebesar 79,3%. Sementara laporan penipuan transaksi elektronik malah paling sedikit. Padahal tujuan utama UU ITE lebih untuk mengatur soal tersebut.

Mayoritas pelapor adalah laki-laki, jumlahnya 144 orang atau 81,5%. Sementara wanita hanya 33 orang atau 18,4%. Bila melihat dari sisi profesi, penguasa dan profesional yang paling banyak membuat laporan.

“Penguasa dan yang punya uang itu lebih gampang baper, lebih mudah lapor. Kalo ditingkat warga biasa, mereka cuma saling maki-makian di Facebook, tapi tidak berujung pengadilan. Tapi mereka yang punya banyak uang diteruskan ke pengadilan,” kata Ipul

Pasal 27 ayat 3 paling banyak digunakan pelapor. Pasal ini mengenai penghinaan atau pencemaran nama baik. Sementara pasal 28 ayat 2 tentang kebencian berada di peringkat kedua. Lainnya soal pornografi dan ancaman yang tertuang di pasal 27 ayat 1 dan 29.

Bicara status hukum terlapor, 37% masuk pelaporan di kepolisian. Sementara proses mediasi sebanyak 15%, pengadilan 13% dan pemeriksaan kejaksaan 1,7%.

Hingga saat ini, kasus yang telah diputus bersalah sebanyak 14,7%. Sementara yang diputus bebas 4,5%. Sedangkan kasus yang belum jelas mencapai 13,6% atau 24 kasus. (afr/fyk)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar