Pendiri Google Kepergok Ikut Demo Protes Kebijakan Trump

Jakarta – Google barangkali termasuk perusahaan teknologi yang paling tidak senang dengan kebijakan baru presiden AS Donald Trump untuk membatasi imigran ataupun memperketat pemberian visa. Bahkan salah satu pendiri Google, Sergey Brin, tak ragu ikut demo memprotes Trump.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan karyawan Google kemungkinan terkena dampak kebijakan baru Trump karena mereka terkait dengan 7 negara yang penduduknya untuk sementara dilarang masuk AS. Itu membuat Google kalang kabut dan meminta mereka cepat kembali ke AS.

Brin yang sekarang menjabat Presiden Alphabet, induk perusahaan Google, terlihat ikut dalam barisan pendemo di San Francisco International Airport. Memang banyak warga AS berdemo di bandara untuk memprotes kebijakan Trump.

Brin sendiri menolak berkomentar soal aksinya itu. Dia hanya mengatakan datang atas nama pribadi dan merasa tergerak ikut demo karena merasa dirinya juga adalah seorang pengungsi.

Brin memang tidak dilahirkan di AS. Pada tahun 1979, keluarga Brin mengungsi dari Uni Soviet ke AS untuk menghindari ancaman pada keluarga keturunan Yahudi yang merebak kala itu.

Memang beberapa petinggi Google juga bukan kelahiran AS, apalagi para karyawannya yang berasal dari banyak negara. Sebut saja CEO Google, Sundar Pichai, adalah pria kelahiran India. (fyk/fyk)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar