Perang Apple dengan Penipuan Klaim iPhone di Tiongkok Selama 5 Tahun

Apple memang terkenal dengan pelayanan purna jual yang sangat menguntungkan pengguna. Beberapa Sahabat MakeMac pernah membagikan ceritanya bahwa ketika iPhoen miliknya mengalami kendala seperti rusak atau mendadak mati dan masih dalam garansi, pihak Apple Store akan mencarikan solusi terbaik bahkan bisa memberikan produk baru secara langsung.

Namun di balik pelayanan purna jual yang istimewa tersebut, ada beberapa pihak yang mencoba mencari keuntungan sendiri atau menipu Apple. Laman The Information (via 9To5Mac) punya catatan panjang seputar upaya Apple mengalahkan sindikat penipuan untuk klaim perangkat iPhone.

Masalah ini muncul di tahun 2013, ketika Apple Store pertama kali buka di Tiongkok, tepatnya kota Shenzhen. Dalam waktu singkat, banyak sekali pengguna perangkat iPhone yang melakukan klaim garansi untuk produk dengan masalah mati total atau lainnya. Intinya Apple harus memberikan produk baru sebagai pengganti. Tercatat dalam minggu paling sibuk, ada hampir 2.000 klaim yang diterima. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan klaim di Apple Fifth Avenue atau Apple Store manapun di dunia.

Hingga pada catatan di tahun 2013, Apple mengeluarkan angka $3.67 miliar untuk masalah garansi biaya perbaikan atau klaim garansi produk. Angka tersebut 2x lipat lebih tinggi dari anggaran yang disiapkan oleh Apple yaitu $1.6 miliar.

Setelah mengumpulkan data lebih lanjut, tercatat bahwa 60% kasus klaim perangkat iPhone di Tiongkok pada 2013 adalah aksi penipuan. Hal ini membuat Apple harus mencari cara untuk menghentikan kebocoran tersebut.

Cara Kerja Penipun Klaim iPhone?

Sindikat penipun klaim tersebut menggunakan teknik yang tidak terlalu lumit secara logika. Yaitu mereka membeli atau mencuri iPhone bekas untuk dipreteli dan mengambil suku cadang yang berharga mahal. Bisa logic board, CPU atau mungkin lainnya.

Setelah itu suku cadang tersebut ditukar dengan suku cadang imitasi atau dibiarkan hilang. Mereka bekerjasama dengan sejumlah orang lainnya untuk membawa produk iPhone yang sudah rusak ini ke Apple Store guna melakukan klaim ke Apple. Hasilnya? Bisa diduga, Apple mengganti iPhone tersebut dengan produk baru. Nasib produk tersebut adalah kembali dibongkar dan dijual sebagai suku cadang.

Mantan karyawan Apple yang menjadi sumber berita ini juga menyebutkan bahwa penipu ini bekerja dalam grup yang besar. Ada pihak yang bertugas mencari iPhone bekas, membongkar dan membawa ke Appel Store. Terakhir adalah pihak yang menerima iPhone setelah diklaim dan membayar kepada kurir yang masuk ke Apple Store tadi.



Langkah Apple Membasmi Penipuan Klaim

Langkah pertama yang dilakukan oleh Apple adalah menghentikan layanan perbaikan dengan datang langsung ke Apple Store. Konsumen harus melakukan reservasi untuk dapat mengajukan klaim perangkat iPhone. Namun hal ini dilawan oleh para penipun lewat cara meretas sistem antrian di Apple Online Store, membuatnya selalu terlihat penuh.

Cara kedua adalah menggunakan aplikasi diagnostik untuk mengecek semua suku cadang di dalam perangkat iPhone tanpa perlu membongkar dan menunggu lama. Namun sindikat penipu tadi tidak kehabisa akal. Mereka membuat iPhone tersebut tidak bisa menyala sama sekali.

Bahkan lebih jauh lagi, laporan ini menemukan para penipu berusaha mengambil data pelanggan Apple berupa nomor seri produk yang sudah dijual. Dengan cara tersebut, mereka membuat iPhone lain dengan nomor seri ini dan melakukan klaim, padahal bisa saja produk tersebut sudah tidak mendapatkan garansi.

Apple memang terus beradaptasi, begitu pula dengan para penipu. Dijelaskan dalam sebuah kasus, manajer di Apple Store diancam oleh para penipu ketika mereka sedang berusaha mengambil data pelanggan lainnya.

Langkah terakhir yang dilakukan Apple adalah mengharuskan semua penggantian perangkat iPhone dalam masa garansi, dikirim ke pusat perbaikan khusus. Tujuannya adalah mengecek semua hal secara lebih lengkap dan teliti hingga tidak ada penipuna klaim lagi.

Bahkan secara keamanan hardware, Apple sudah menggunakan teknologi cat tidak terlihat di baterai, melapisi CPU iPhone dengan coating tahan air khusus dan beberapa hal lainnya.

Hingga saat ini penipuan klaim iPhone di Tiongkok telah berhasil ditekan dari 60% menjadi sekitar 20% saja. Perlu waktu hingga 5 tahun untuk Apple melakukan hal tersebut karena koordinasi yang panjang dari Apple Store, penyuplai suku cadang, pihak Apple Care dan lainnya.

Namun kasus serupa saat ini disebutkan sedang berkembang di negara lain. Yaitu Uni Emirat Arab dan juga Turki namun dengan pola dan modus berbeda.




Sumber : Makemac.com

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply