Prancis: Jangan Buka Email Kerjaan Saat Liburan

JakartaSalah satu pemicu stres akibat pekerjaan seringkali bersumber dari hal sepele, yaitu notifikasi email di ponsel atau kebiasaan membuka email kantor di luar jam kerja.

Tetapi tak banyak atasan yang memahami hal ini, namun hal berbeda ditemukan di Prancis. Kini para pekerja di Prancis memiliki hak penuh untuk menghindari email kantor di luar jam kerja. Bahkan hak ini bersifat legal atau dilindungi hukum.

Hukum yang resmi berlaku per 1 Januari 2017 tersebut ditujukan bagi perusahaan yang memiliki lebih dari 50 karyawan. Demikian seperti dilaporkan BBC dan dikutip detikINET, Senin (2/1/2017).

Kehadiran peraturan ini tentu disambut baik oleh sejumlah pekerja karena tetap diminta mengecek dan membalas email di luar jam kerja dianggap sebagai lembur, namun banyak yang tidak dibayar. Kebiasaan ini juga telah lama dianggap memicu stres, gangguan tidur dan masalah dalam hubungan sosial si pekerja.

Baca juga: Cek Email Maksimal Lima Kali Sehari, Dijamin Tidak Gampang Stres!

Sebelum kemunculan aturan baru ini, sejumlah perusahaan telah mencoba membatasi pekerja mereka untuk mengecek email kantor. Seperti halnya yang dilakukan pabrikan mobil asal Jerman, Daimler di tahun 2014.

Daimler memberikan keleluasaan kepada pekerjanya yang mengambil jatah libur untuk tidak membalas email kantor. Justru mereka diberi keleluasaan untuk menghapus seluruh email baru yang masuk saat mereka tengah cuti.

Selain ini, Prancis juga dikenal sebagai salah satu negara dengan jam kerja paling rendah di dunia, yaitu 35 jam per pekan sejak tahun 2000. Di negara ini, istirahat makan siangnya juga berlaku sampai dua jam. Bahkan toko-toko kecil biasanya tutup di jam makan siang agar pegawainya bisa menghabiskan waktu dengan keluarga masing-masing.

Pekerja di Prancis juga jarang bekerja lembur atau terpaksa membawa pekerjaan mereka pulang ke rumah. (vit/rou)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar