Pulsa Terlalu Murah Bisa Jadi Bumerang

Jakarta – Meski diharapkan banyak pelanggan, tarif murah bukannya tanpa kerugian. Tarif yang terlalu murah dianggap bisa mengganggu kelangsungan operator itu sendiri di masa depan.

Dikatakan demikian, karena penerapan tarif yang kemurahan bisa jadi bumerang ke depannya. Untuk jangka panjang penerapan tarif murah bisa mempengaruhi operasional sebuah layanan. Dan bila itu terjadi, konsumen malah akan dirugikan karena bisa saja tiba-tiba layanan yang dipakainya berhenti begitu saja.

Oleh karenanya, ketimbang berlomba-lomba menawarkan tarif murah, Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel lebih mengharapkan memberi peningkatan kualitas bagi pelanggan. Dengan begitu layanan yang disodorkan bisa optimal di manapun berada.

“Kalau tarif terlalu murah bisa jadi bumerang. Mengharapkan tarif murah kurang baik, harusnya (mengharapkan) peningkatan kualitas,” ujar di sela-sela Hari Pers Nasional, di kota Ambon.

Ririek juga menambahkan, kalau tarif seluler di Indonesia termasuk yang paling murah di dunia. Indonesia tercatat sebagai negara yang tarif selulernya paling murah nomor tiga dibanding negara-negara lain di seluruh dunia.

Bahkan dibanding China sekalipun, yang pelanggannya mencapai ratusan juta, tarif di Indonesia disebut Ririek masih lebih murah.

“Saya sudah bandingkan harga absolute dibanding daya beli, kita paling murah. Nomor ketiga di dunia. Bahkan dibanding China, kita masih lebih murah. Bisa diriset itu,” imbuh Ririek.

Sementara itu terkait kebijakan tarif yang berbeda-beda di tiap wilayah jangkauannya, Ririek menjelaskan kalau itu dilakukan semata-mata demi memberikan layanan optimal bagi pelanggan. Pasalnya demi memberikan kualitas layanan yang setara, di beberapa wilayah Telkomsel harus menggunakan sambungan satelit.

Dibandingkan melalui fiber optik, sambungan satelit pun diakui Ririek membutuhkan biaya yang lebih mahal. Selain itu tarif seluler tidak ada subsidi, sehingga tak bisa disetarakan di berbagai daerah seperti bahan bakar minyak (BBM).

“Cost lebih tinggi menggunakan satelit. (Lagipula) tak seperti BBM yang ada subsidi,” pungkasnya.

(yud/fyk)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar