Rest in Peace Galaxy Note 7

Rest in Peace Galaxy Note 7Foto: detikINET/adifidarahman
Jakarta – Istirahatlah dengan tenang Galaxy Note 7. RIP, rest in peace. Sempat disambut begitu meriah, dipuji para kritikus dan laris manis di penjualan awal, riwayat Note 7 dipastikan berakhir. Samsung telah memutuskan menghentikan produksinya secara permanen.

“Kami sebelumnya menyesuaikan volume produksi untuk melakukan investigasi dan kontrol kualitas menyeluruh, namun dengan menempatkan keselamatan konsumen sebagai prioritas utama, kami mencapai keputusan final untuk menghentikan produksi Galaxy Note 7,” demikian pernyataan Samsung yang detikINET kutip dari BBC, Selasa (12/10/2016).

“Demi keselamatan konsumen, kami menghentikan penjualan dan penukaran Galaxy Note 7 dan dengan demikian memutuskan untuk menghentikan produksinya,” lanjut raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut.

Langkah drastis ini terpaksa dilakukan Samsung karena unit pengganti Note 7 yang dikatakan aman ternyata tidak begitu kenyataannya. Sebagian Note 7 baru itu tetap terbakar seperti unit yang lama. Sehingga bisa disimpulkan, masalah di Note 7 belum ditemukan solusinya.

Sudah pasti kerugian besar akan diderita Samsung dengan ‘kematian’ Note 7. Apalagi status Note 7 sebagai ponsel flagship berharga mahal, yang digadang-gadang sebagai penghadang iPhone 7 dan meneruskan sukses Galaxy S7.

Analis memperkirakan total kerugian yang ditanggung Samsung bisa mencapai belasan miliar dolar. Saham Samsung juga anjlok 8%, penurunan terbesar sejak tahun 2008. Belum lagi memperhitungkan kerugian dari sisi reputasi brand.

“Alasan mengapa konsumen memilih brand seperti Samsung dan Apple adalah karena keandalan produk. Jadi dalam kasus ini, kerusakan brand tidak bisa terhindarkan dan akan mahal bagi Samsung untuk memperbaikinya,” demikian pendapat Greg Roh dari HMC Investment Securities.

Namun Samsung tentu punya cara untuk mempertahankan kapalnya di industri smartphone agar tidak oleng, meski cobaan Note 7 ini memang sangat berat. Patut ditunggu langkah apa yang akan mereka lakukan selanjutnya untuk meminimalisir kerusakan.

Gilang Gemilang Sebelum ‘Kematian’

Dari sisi manapun, Note 7 adalah smartphone yang begitu canggihnya, salah satu yang terbaik dari Samsung selain Galaxy S7. Penerus Note 5 itu diperkenalkan dalam acara sangat meriah di New York dan dijual ke konsumen tidak lama kemudian.

Para media elektronik terkemuka di dunia membanjiri Note 7 dengan pujian. Layarnya yang melengkung dengan material kaca, tampak sedap dipandang. Spesifikasi dan fitur-fiturnya pun tidak sembarangan. Ada pemindai iris untuk membukanya, sebuah teknologi keamanan kelas wahid.

“Desain dari kaca yang seksi, S Pen yang andal dan layarnya yang brilian memang akan memikat siapapun. Note 7 memiliki desain simetris menawan yang terlihat mempesona terutama di warna Coral Blue. Handset ini menjepret foto hebat dan tahan air serta memiliki slot microSD,” begitu tulis Cnet.

“Harganya memang mahal tapi jika ingin yang terbaik, membayar lebih seharusnya tidaklah mengagetkan. Note 7 adalah ponsel besar terbagus dan beberapa langkah di depan kompetitor,” itu opini The Verge.

Dan sambutan pasar pun meriah, Samsung sampai dikabarkan kesulitan memenuhi permintaan. Tidak heran jika dalam waktu yang singkat, sudah sekitar 2,5 juta unit Note 7 diproduksi.

Sayang kemudian, laporan Note 7 meledak muncul di mana-mana, diduga karena masalah baterai. Tak ingin reputasinya tercemar, Samsung segera melakukan penarikan kembali seluruh unit Note 7 yang sudah dijual. Unit baru pun disiapkan dalam waktu cukup singkat.

Setelah program recall hampir rampung, penjualan Note 7 yang baru pun dilanjutkan di beberapa negara sebelum rencananya menyasar seluruh dunia. Sayang malang tak dapat ditolak, unit yang baru itu tetap rentan terbakar, rentan mencelakai penggunanya. Keputusan pahit pun diambil Samsung, mengakhiri riwayat Note 7 untuk selamanya.

Annyeong, Note 7
(fyk/ash)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar