Review macOS Mojave, Lebih Rapi & Aman Dalam Gelap

Sebagai seorang yang menggunakan iPhone dan Mac secara bergantian dalam keseharian, saya lebih menantikan datangnya pembaruan besar untuk iOS dibandingkan dengan macOS. Alasannya sederhana, karena menurut saya beberapa seri macOS terakhir ini terasa kurang memihak untuk saya yang merupakan pengguna awam. Apple terlalu fokus kepada pembaruan yang terjadi di belakang layar, sehingga apa yang tertampil di depan menjadi kurang terasa.

Saya tidak meragukan bahwa macOS High Sierra memang merupakan OS yang lebih baik dibandingkan dengan macOS Sierra. Namun sayangnya, perbedaan yang ada tidak mencolok bagi mata awam saya.

Tidak bisa dipungkiri, ketika Apple mempamerkan sebuah OS baru, harapannya adalah bagaimana fitur dan segudang pembaruan tersebut akan memiliki efek nyata dalam kehidupan sehari-hari saya. Sebuah pembaruan signifikan yang bisa membuat pengalaman saya menggunakan Mac menjadi lebih menyenangkan dan efektif dibandingkan sebelumnya.

Apakah lalu hal tersebut menjadi termasuk standar yang terlalu tinggi untuk menjadi sebuah review? Saya tidak tahu. Namun saya tahu jelas bahwa saya sendiri berhak untuk menentukan penilaian tersebut. Untuk itu, saya mencoba macOS Mojave bahkan pada saat OS ini masih dalam versi beta. Karena tidak ada cara yang lebih baik untuk menilai bagaimana sebuah OS bisa bekerja dengan baik selain dengan menggunakannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari dan melihat apakah benar ada perubahan yang terjadi disana.

Berkaitan dengan hal tersebut, saya tidak akan mengklaim bahwa review dibawah telah mencakup semua fitur dari macOS Mojave. Tapi paling tidak, saya bisa bercerita tentang bagaimana kesan saya saat menggunakan macOS Mojave dan tentang fakta bahwa macOS Mojave mungkin telah merubah cara saya menggunakan Mac, mulai dari sekarang.

Bekerja Dalam Gelap Bersama Dark Mode

Seperti diketahui, menulis adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan mood. Oleh karena itu, saya seringkali memilih untuk bekerja pada malam hari. Alasannya sederhana. Suasana yang hening membuat saya bisa berkonsentrasi lebih cepat dan lama.

Hal yang biasanya membantu saya pada saat itu adalah menyematkan wallpaper bernuansa gelap untuk tampilan desktop, serta menggunakan tema gelap untuk semua aplikasi yang saya gunakan untuk bekerja. Lebih ekstrem lagi, saya menggunakan aplikasi F.lux untuk meredamkan warna layar, supaya warnanya menjadi lebih ramah untuk mata, terutama dalam penggunaan malam hari. Semua hal tersebut dilakukan hanya untuk membuat saya bisa bekerja lebih lama dalam kegelapan.

Semua aktivitas tersebut berubah saat saya menggunakan macOS Mojave yang telah memiliki fitur Dark Mode. Fitur yang tersedia lewat pengaturan ‘System Preferences’, dibawah ‘General’ ini telah merubah penampilan dari Mac yang saya gunakan untuk lebih ramah di mata saat malam hari dengan membuat tampilan desktop beserta teman-temannya menjadi gelap. Mulai dari menu bar sampai tampilan dock berubah dari yang mulanya lebih cenderung terang, menjadi warna gelap.

Bahkan aplikasi bawaan Apple pun berubah nuansanya menjadi gelap. Apple tidak berhenti sampai disitu. Mereka juga menghadirkan fitur bernama Dynamic Wallpaper, yang membuat wallpaper pada Mac berubah sesuai dengan waktu dimana kamu berada sekarang. Jadi ketika saya membuka Mac pada pagi hari, wallpaper saya akan menampilkan sebuah padang pasir di pagi hari. Sedangkan ketika saya sedang bekerja di malam hari, langit di padang pasir itupun berubah menjadi langit malam.

Bagi sebagian orang, fitur diatas mungkin tidak terlalu merubah keadaan. Tapi bagi saya, hal tersebut merupakan perubahan besar. Saya tidak perlu lagi mengatur aplikasi satu-persatu, untuk menampilkan tema gelap seperti yang saya butuhkan sebelumnya. Saya tidak lagi dipusingkan dengan memilih warna wallpaper. Dan yang paling penting, mata saya tidak lagi kaget dengan tampilan Mac yang mencolok mata ketika saya sedang ingin bekerja pada malam hari karena MacOS Mojave telah mempersiapkannya untuk saya.

Stacks, Pelayan Terbaik untuk Desktop

Walaupun mungkin tidak terlihat dari luar, saya adalah orang yang suka kerapian, terutama rapi dalam hal file di dalam komputer. Maka dari itu, saya hampir tidak pernah menyimpan suatu file apapun pada desktop. Apalagi, banyaknya file yang tersimpan pada desktop terbukti bisa membuat Mac milikmu berjalan lebih lambat.

Namun ada kalanya kebiasaan tersebut berubah, terutama saat sedang bekerja. Berbagai macam gambar hasil screenshot secara otomatis tersimpan, membuat desktop saya berisi berpuluh-puluh hasil screenshot. Hal ini bukan saja buruk karena berarti saya harus meluangkan waktu untuk merapikannya terlebih dahulu, namun saat sedang dibutuhkan, saya juga harus mencari dari banyak sekali gambar yang telah bersebaran disana. Hal ini tentu memakan waktu yang cukup lama, yang membuat waktu bekerja menjadi kurang efektif.

Untung bagi saya, Apple mengenalkan Stacks di OS terbarunya ini. Stacks adalah pelayan terbaik yang bekerja di desktop. Dia bisa merapikan semua file yang saya lemparkan ke desktop, apapun bentuknya, menjadikannya satu folder, serta mengurutkannya sesuai pengaturan yang saya inginkan. Stacks mempersingkat pekerjaan yang setiap hari saya lakukan dalam hal mencari dan mengurutkan file.

Sekarang, waktu yang biasanya saya habiskan untuk mengurutkan, mencari, dan merapikan berbagai macam file di desktop bisa digunakan untuk mengerjakan hal lainnya. Ditambah lagi, sekarang saya bisa tidak perlu lagi menggunakan desktop sebagai tempat penyimpanan sementara karena pembaruan screenshot baru di macOS Mojave memungkinkan saya untuk memilih tempat dimana hasil screenshot akan disimpan.

Ketika saya harus menggunakan desktop pun, Stacks bisa membantu merapikannya dalam sekejap. Saya bisa menekan Ctrl+klik pada desktop & memilih opsi ‘Use Stacks’ untuk membuat semua file di desktop berbaris rapi di dalam satu grup terpisah.

Secara default, Stacks akan mengurutkan file berdasarkan tipe. Namun kamu bisa mengubah pengaturan tersebut dengan mudah. Apple memberikan sebuah pengaturan Stack tersendiri, yang memungkinkan Stacks untuk mengurutkan file berdasarkan waktu file dibuka, waktu file dibuat, ataupun tags.

Dan ketika saya membutuhkan file tersebut untuk kembali ke tempatnya semula, saya bisa menekan ‘Use Stacks’ sekali lagi untuk menempatkannya kembali ke asal.

Super Screenshot

Fitur ini adalah salah satu fitur di Mac yang memang sudah menjadi favorit saya sejak lama. Tidak terhitung lagi jumlah interaksi yang saya lakukan dalam penggunaan fitur yang satu ini. Dan pembaruan yang dibawa oleh macOS Mojave membuat saya lebih jatuh hati lagi.

Sekarang, ketika saya mengambil sebuah screenshot, hasil gambar tidak langsung secara otomatis tersimpan di desktop melainkan tertampil pada bagian kanan bawah layar terlebih dahulu. Hal ini mengingatkan saya pada tampilan screenshot di versi iOS. Pada versi macOS Mojave, tampilan tersebut kemudian memungkinkan saya untuk secara langsung melakukan proses editing sederhana.

Aksi dari screenshot pada macOS Mojave ini bisa dipanggil lewat Shift+Command+5. Kemudian, kamu bisa memilih untuk mengambil screenshot secara keseluruhan, terbatas pada satu window saja, atau bahkan mengambil video.

Fitur ini mungkin berada di posisi yang sama dengan fitur Continuity Camera. Sekarang saya bisa mengambil gambar lewat iPhone yang telah terkoneksi dengan Mac, untuk kemudian digunakan pada aplikasi Pages, Keynote, Numbers, Notes, Mail, Messages, dan Text Edit yang terdapat di Mac. Lagi-lagi, hadirnya dua fitur diatas memangkas langkah kecil yang biasanya harus saya lakukan secara manual di OS sebelumnya.


Tampilan Gallery di Finder Terbaru

Berkaitan dengan dua fitur diatas, Finder menjadi hal berikutnya yang tidak luput dari bahasan saya. Finder pada macOS Mojave menghadirkan tampilan gallery baru yang memungkinkan Finder untuk menampilkan gambar secara lebih besar pada sisi atas, dan tampilan thumbnail kecil pada sisi bawah. Fitur tersebut memudahkan saya dalam memilih gambar yang akan saya gunakan untuk sebuah artikel.

Tambahan informasi metadata yang ditampilkan pada panel di sebelah kanan dari tampilan gallery tersebut mungkin tidak terlalu berguna bagi pengguna awam seperti saya. Namun adanya detail informasi tambahan tersebut rasanya akan mempermudah pekerja profesional untuk menemukan foto berdasarkan model kamera, atau EXIF data lainnya.

Mac App Store Cantik Ala macOS Mojave

Pembaruan yang paling saya nantikan adalah adanya perubahan pada desain Mac App Store. Dari sekian banyak desain yang telah Apple buat, desain dari Mac App Store merupakan salah satu yang terburuk yang pernah ada, menurut saya pribadi.

Desain yang lama membuat saya sebagai pengguna merasa kesulitan untuk mencari aplikasi yang berguna. Alasan yang sama sepertinya juga dirasakan oleh banyak para pengembang diluar sana, yang nampaknya memilih untuk menjual aplikasinya secara langsung, tanpa melewati Mac App Store.

Desain yang baru ini menurut saya lebih interaktif. Sekarang saya menjadi tertarik untuk membaca aplikasi pilihan editor dan tinggal lebih lama di Mac App Store untuk mencari aplikasi baru yang menarik dan mungkin akan saya butuhkan ke depannya. Tampilan Mac App Store yang terasa seperti App Store ini membuat tampilan aplikasi menjadi lebih mencolok dan mudah untuk ditemukan.

Apakah hal tersebut berarti menjamin kesukesan Mac App Store untuk ke depannya? Saya meragukan hal tersebut. Namun paling tidak, Apple masih memiliki keyakinan bahwa suatu saat, Mac App Store bisa bersaing dengan App Store.

dan Hal Kecil Lainnya

MacOS Mojave tentu tidak hanya mendatangkan segudang pembaruan besar, seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya. Namun diluar itu, terdapat banyak pembaruan kecil dari berbagai sisi yang melengkapi hadirnya OS terbaru Apple ini.

Saya tidak bisa menyebutkannya satu-persatu, namun beberapa fitur dibawah diharapkan bisa membuat kamu mengerti bahwa Apple telah memberikan OS yang tidak hanya tampil cantik diluar, namun juga elegan di dalam. Sebagian fitur tersebut, misalnya:

  • Semua aplikasi di Mac sekarang akan terlebih dahulu meminta persetujuan pengguna sebelum bisa mengakses microphone dan kamera. Hal yang sama telah kita temukan pada iPhone dan iPad.
  • Safari menjadi peramban yang lebih aman lagi, memungkinkan pengguna awam untuk tidak menjadi target iklan.
  • Hadirnya Quick Action, dimana pengguna bisa secara langsung melakukan proses editing sederhana tanpa harus membuka aplikasi. Kerennya lagi, fitur ini berlaku untuk hampir semua jenis file, termasuk menambahkan anotasi pada PDF.
  • Sejumlah aplikasi yang sebelumnya hanya terdapat pada iOS, seperti News, Home, Stocks, dan Voice Memo.
  • Hadirnya Group FaceTime yang bisa dilakukan oleh 32 pengguna sekaligus. Fitur ini akan hadir di pembaruan mendatang, namun kita sudah bisa melihat aksinya sebelumnya pada saat Apple Event berlangsung beberapa waktu yang lalu.

Dan segudang perubahan kecil lain yang akan kamu rasakan ketika kamu mencoba macOS Mojave sendiri, bukan dari hasil penilaian orang lain.

Lalu, Apa Kesimpulannya?

Apakah macOS Mojave pantas untuk dipasang di Mac saya? Tentu saja! OS ini tersedia secara gratis dan membawa segudang pembaruan yang akan membuat pekerjaanmu sehari-hari menjadi lebih mudah.

Tentu tanpa banyak ambil pusing, saya jelas akan merekomendasikan macOS Mojave. Rasanya tidak ada alasan untuk tetap tinggal menggunakan macOS High Sierra untuk saat ini, kecuali kamu memang memiliki Mac yang tidak mendukung macOS Mojave, atau aplikasi yang sangat kamu butuhkan masih bertahan dengan infrastruktur 32-bit. Tetapi diluar alasan itu, saya katakan adalah wajib hukumnya untuk menggunakan macOS Mojave.

Memang, saya tidak bisa menjamin hal yang sama terjadi pada kamu semua, tetapi berdasarkan pengalaman saya diatas, kamu bisa menilai sendiri apakah kamu akan senang dengan hadirnya sejumlah fitur baru tersebut.


https://makemac.com/wp-content/uploads/2018/09/macOS-Mojave-iMac-Pro-dark-mode.jpg



Sumber : Makemac.com

About The Author

Related posts

Leave a Reply