Review Where Shadow Slumber, Bermain dengan Kegelapan




Pada sebuah game, adanya cahaya terkadang justru dirasa mengganggu. Pasalnya, cahaya pada game biasanya dibuat untuk membuat karakter kita justru terlihat mencolok, sehingga musuh akan dengan mudahnya mengetahui posisi kita. Itulah mengapa sebagai gamer, naluri mematikan sumber cahaya menjadi hal utama. Hal tersebut tentu tidak berlaku di Where Shadows Slumber, dimana kamu akan bergantung kepada cahaya di sepanjang petualanganmu.

Lentera Misterius

Pemain akan bermain sebagai Obe, seorang petualang tua yang menemukan sebuah lentera di perjalanan terakhirnya. Lentera tersebut ternyata mempunyai kekuatan misterius yang bisa menghentikan objek di dunia Where Shadows Slumber untuk termanipulasi oleh bayangan.

Seperti wajarnya lentera, cahayanya akan menyinari semua tempat yang ada di dalam jangkauan. Namun cahaya tidak akan bisa menembus objek solid, seperti tembok misalnya. Disanalah, bayangan kegelapan menantimu. Lewat bayangan tersebut, berbagai objek akan berubah bentuk, yang kemudian bisa kamu gunakan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Terangi Jalanmu

Karena semua yang berada di kegelapan bisa berubah bentuk, maka kamu harus memastikan bahwa semua objek yang akan kamu lewati mendapatkan cahaya dari lentera yang kamu bawa. Mekanisme ini akan berkembang sesuai dengan jalan ceritanya, dan nantinya kamu akan berkenalan kepada objek-objek lain yang berubah dengan caranya sendiri.

Dari mulai objek yang bisa ditekan, musuh yang sebaiknya dihindari, sampai objek yang harus digerakkan berkali-kali semuanya akan berusaha untuk menghalangi jalanmu untuk keluar dari dunia Where Shadows Slumber.

Terasa Seperti Monument Valley

Puzzle pada Where Shadows Slumber lucunya dihantarkan kepada pemain untuk menipu. Secara sekilas, kamu akan menemukan satu levelnya mudah untuk dilewati. Sampai kamu harus mencobanya sendiri dan menemukan bahwa ada beberapa trik yang tersembunyi disana.

Sayangnya, game ini terus-menerus mengingatkan saya kepada Monument Valley. Dari mulai gaya penggambarannya, sampai pada platform bergerak yang ada di setiap levelnya. Hal itu membuat saya sulit untuk tidak memikirkan Monument Valley saat memainkan Where Shadows Slumber.


Kesimpulan

Tidak bisa dipungkiri, terdapat objek pada Where Shadows Slumber yang bentuknya mirip dengan yang ada di Monument Valley. Jelas, game ini terinspirasi dari game puzzle tersebut. Namun bukan berarti hal itu membuat Where Shadows Slumber menjadi game puzzle yang buruk.

Where Shadows Slumber tetap memiliki identitasnya sendiri. Kegelapan yang dikenalkan di game ini membuatnya berbeda dari kebanyakan game puzzle serupa. Beberapa rintangannya bahkan terasa segar dan baru, membuat pemain tidak cepat bosan dengan tantangan yang itu-itu saja.

Pengenalan puzzlenya mungkin sedikit membingungkan. Kamu mungkin membutuhkan beberapa percobaan untuk mengetahui benar bagaimana cahaya dan bayangan pada Where Shadows Slumber bekerja. Namun setelah mendapatkannya, saya rasa kamu akan menyukai mekanisme tersebut.

Secara keseluruhan, saya menyukai Where Shadows Slumber. Jalan ceritanya yang menarik, berhasil dihantarkan dengan baik oleh lantunan musik yang gelap dan misterius. Mekanisme puzzlenya memang terkadang sedikit canggung, namun sejauh ini, saya tetap akan merekomendasikan game ini kepadamu. Siapa tahu saja, kamu memang seorang terpilih yang harus menghantarkan lentera tersebut keluar dari Where Shadows Slumber.

Download Where Shadows Slumber · Harga: 75000

Klik tautan ini jika video di atas tidak muncul.


https://www.makemac.com/wp-content/uploads/2018/06/baconescape-top.jpg



Sumber : Makemac.com

About The Author

Related posts

Leave a Reply