Saat Korban Ransomware Memohon Belas Kasihan

Jakarta – Skenario serangan ransomware sebenarnya cukup sederhana, si korban yang sudah terinfeksi cuma punya dua pilihan. Membayar uang tebusan atau merelakan data-datanya hilang karena enkripsi yang tak bisa dibuka.

Ternyata ada opsi lain yang bisa ditempuh. Yaitu menghubungi si pembuat ransomware dan memohon belas kasihan. Hal inilah yang ditempuh seorang korban ransomware ThunderCrypt asal Taiwan tak lama setelah PC-nya terinfeksi.

Dalam emailnya ke si pembuat ransomware itu ia mengaku tak mampu membayar uang tebusan senilai 0,345 bitcoin atau sekitar USD 661 dengan nilai tukar saat ini. Pasalnya penghasilkan bulanan si korban hanya USD 400.

“Pendapatan bulanan saya hanya USD 400…apa kamu benar-benar tega melakukan hal ini padaku?” tulisnya dalam email yang dikirimkan ke pembuat ThunderCrypt.

Tak dinyana, ThunderCrypt merespon email tersebut. Dalam balasan email tersebut mereka mengaku kalau kampanye (serangan ransomware) di Taiwan adalah sebuah kegagalan. Pasalnya mereka salah mengestimasi pendapatan rata-rata penduduk Taiwan, seperti dilansir dari Taiwan News, Jumat (19/5/2017).

Kemudian ThunderCrypt pun menyebut kalau si korban tak perlu membayar uang tebusan. Mereka pun mematikan enkripsi data di komputer si korban, sehingga ia bisa kembali mengakses data-datanya. Namun pada akhir email balasannya, penyebar ThunderCrypt itu tetap saja meminta sumbangan dari si korban.

“Namun jika kamu ternyata menyukai sesuatu dari ThunderCrypt dan tertarik untuk menyumbangkan kopi beberapa gelas, silahkan saja melakukan hal itu,” tulisnya seraya mencantumkan nomor dompet bitcoinnya.

Saat Korban Ransomware Memohon Belas KasihanFoto: Internet

(asj/fyk)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar