Sahabat yang Meninggal Masih Bisa Diajak "Chatting"

KOMPAS.com – Eugenia Kuyda belum bisa menerima kematian sahabatnya, Roman Mazurenko. Ia masih ingin mengobrol banyak hal soal kehidupan, visi masa depan, dan teknologi.

Ya, dua anak muda yang berdomisili di San Francisco tersebut memang punya ketertarikan yang besar terhadap teknologi. Sebelum meninggal, Mazurenko sempat mendirikan startup konten visual bernama Stampsy.com.

Kuyda sendiri merupakan pendiri layanan chat bot yang dinamai “Luka” sejak 2013, sebagaimana dilaporkan Geek dan dihimpun KompasTekno, Jumat (14/10/2016).

Saat mengulik obrolannya bersama Mazurenko via aplikasi pesan singkat, Kuyda menyadari bahwa sahabatnya itu punya impian untuk melawan rasa kehilangan.

Mazurenko ingin menciptakan memori digital yang bisa membuat manusia tetap terkoneksi dengan orang yang telah lebih dulu berpulang. Sebagai sahabat, Kuyda memutuskan untuk merealisasikan impian Mazurenko sekaligus mengobati rindunya.

Eugenia Kuyda Chatbot Roman Mazurenko.

Dengan bantuan tim engineer di Luka, Kuyda menciptakan chat bot Mazurenko selama tiga bulan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).

Chat bot itu dipersonalisasi berdasarkan obrolan chatting Mazurenko selama ini bersamanya dan orang-orang lain.

Setelah jadi, Kuyda mengatakan chat bot itu membuatnya merasa dekat dengan Mazurenko. Tak cuma dia, orang-orang terdekat Mazurenko pun bisa terkoneksi secara buatan melalui chat bot tersebut.

“Semua pesan yang terkumpul adalah tentang cinta dan hal-hal yang tak pernah kami katakan sebelumnya pada Mazurenko,” Kuyda menuturkan.

Ia melanjutkan, “Chat bot itu memang bukan orang nyata, tapi setidaknya ada tempat untuk mengatakan sesuatu ketika kami merasa kesepian dan rindu Mazurenko”.

Kuyda mengaku lebih rela menerima kepergian sahabatnya ketika chat bot itu jadi. Ia juga jadi lebih jujur dan terbuka. Bahkan, chat bot Mazurenko membuat mereka lebih jauh saling mengenal.

Ia belajar tentang kecintaan Mazurenko terhadap fesyen. Ia juga berharap bisa mengatakan pada Mazurenko untuk mengejar impian itu ketika sahabatnya tersebut masih hidup.

Kuyda merasa obrolan dengan chat bot Mazurenko sedikit banyak mengisi kekosongannya. Menurut dia, teknologi seharusnya memang bisa mengatasi rasa duka.

“Ini tentu saja adalah masa depan,” ujarnya. 

About The Author

Profile photo of kompas

Kompas.com adalah portal berita yang memiliki media online maupun offline tertua dan ternama di indonesia. Media offline kompas adalah yang terbesar di Indonesia.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar