Salah Kaprah Soal Teknologi 4G, Apa Saja? | Tempo Teknologi

Rabu, 09 Desember 2015 | 09:23 WIB


Salah Kaprah Soal Teknologi 4G, Apa Saja?  

Teknisi provider telekomunikasi melakukan perawatan pada perangkat BTS 4G di kawasan Lembang, Bandung, 2 November 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.COJakarta – Pemerhati gadget, Herry Setiadi Wibowo, mengatakan terdapat beberapa persepsi tentang smartphone 4G yang salah.

Layanan 4G LTE diluncurkan oleh operator-operator telekomunikasi di Tanah Air, menyusul tuntasnya refarming frekuensi untuk 4G LTE yang dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama para operator.

“Ada persepsi tentang 4G yang keliru. Misalnya, kalau pake 4G LTE, kuota Internet lebih cepat habis. Itu bukan 4G yang lebih boros, ini soal kebiasaan. Orang yang tadinya misal butuh tiga menit untuk nonton video, karena 4G LTE lebih cepat, dia bisa nonton sampai dua video dalam waktu tersebut,” kata Herry di Jakarta, Selasa.

Ia juga mengatakan banyak orang mengira harga ponsel 4G terbilang mahal. Menurut Herry, saat ini sudah banyak tersedia smartphone 4G dengan harga terjangkau karena sudah menyentuh segmen high-end, middle-end, maupun low-end.

“Ada lagi yang bilang pakai 4G lebih boros baterai, itu juga salah. Ini hanya masalah kebiasaan. Biasanya hanya bisa menonton satu video, kalau pakai 4G LTE bisa sampai tiga video karena cepat,” tutur Herry.

Menurut Herry, pasar ponsel telah siap menyambut 4G. Ia mengungkapkan bahwa smartphone 4G dari merek internasional dengan harga terjangkau sudah memiliki kualitas yang cukup baik bila dibandingkan dengan smartphone 4G murah dari merek lokal.

“Vendor sudah siap, tinggal konsumen siap-siap memilih,” ujar Herry.

ANTARA

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply