Samsung Buka-bukaan Jiplak Gaya Startup

Samsung Buka-bukaan Jiplak Gaya StartupFoto: Getty Images
Jakarta – Suasana kerja startup yang dinamis dan terlihat menyenangkan, mengilhami Samsung untuk mengadopsinya. Perusahaan asal Korea Selatan ini tampak bersemangat menerapkan kultur kerja baru di lingkungan kerja mereka.

“Kalau saya jalan-jalan mengunjungi startup, jujur saja saya iri. Santai, kerja bisa pakai kaos dan celana jeans, dinamis, didominasi anak-anak muda kreatif. Generasi milenial memang seperti itu gayanya,” kata Corporate Marketing Director Samsung Electronic Indonesia Jo Semidang, di acara Samsung Corporate Media Session di hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Dikatakan Jo, rata-rata perusahaan yang sudah besar sulit mengubah kultur kerjanya, sehingga berisiko tertinggal. Padahal, sebuah perusahaan seharusnya bisa menyesuaikan zaman, apalagi jika bergerak di bidang teknologi. Inilah yang membuat Samsung merasa perlu mengadopsi kultur kerja startup.

“Kultur kerja di startup itu luwes, tidak kaku. Dibuat ruang-ruang untuk karyawan bersantai dan bermain kalau sedang bosan. Ini untuk mentrigger ide-ide kreatif lebih keluar lagi. Mereka work smart. Ruangan juga dibuat terbuka, mengurangi hierarki sehingga tim jadi lebih kolaboratif,” papar Jo.

Komitmen untuk meniru kultur startup ini sudah digaungkan di internal Samsung global sejak sebulan lalu. Tinggal menunggu penerapannya saja tak lama lagi. Jo sendiri sangat mendukung perusahaan tempatnya bekerja mengadopsi gaya startup.

“Saya harap kultur seperti ini akan men-trigger karyawan lebih kreatif dan meningkatkan produktivitas. Dan Samsung juga jadi lebih atraktif untuk pekerja generasi milenial yang mau bekerja di sini,” harapnya.

Perubahan Samsung ke arah budaya startup ini mengingatkan pada pidato bos Samsung Lee Kun hee di tahun 1993 yang kurang lebih berbunyi ubah semuanya kecuali anak dan istrimu. Pidato membakar semangat itu sukses membuat Samsung meraksasa.

Kini, perubahan ke budaya startup dinilai perlu untuk memperkuat Samsung yang belakangan mendapat persaingan ketat. Budaya internal Samsung yang mirip militer dinilai tak cocok lagi untuk mengembangkan inovasi. Namun upaya ini dianggap tak mudah, apalagi Samsung sangat gemuk dengan lebih dari 300 ribu karyawan.

Sebelumnya, Samsung sudah melakukan beberapa perubahan untuk membuat karyawan lebih nyaman. Misalnya saja membuat jam kerja lebih fleksibel dan pakaian ke kantor lebih santai.


(rns/ash)

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply