Samsung & Google Sensor Konten LGBT di Korsel

http://us.images.detik.com/content/2015/07/12/398/120656_461912128.jpg(Getty Images)
Jakarta – Di tengah kontroversi legalisasi pernikahan sejenis yang ramai dibicarakan netizen seluruh dunia, Samsung dan Google di Korea Selatan (Korsel) menutup pintu untuk sejumlah aplikasi bertema LGBT (Lesbian Gay Bisexual and Transgender).

Sikap tersebut rupanya bukan baru-baru ini ditunjukkan, melainkan sudah dilakukan pada 2013 sebelum LGBT diakui secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat.

Norma dan hukum setempat menjadi alasan konten LGBT disensor di negeri ginseng tersebut. Adapun aplikasi yang disensor tersebut salah satunya aplikasi gay Hornet.

Seperti dilansir Ubergizmo, Minggu (12/7/2015), Hornet tak hanya dilarang di Korea Selatan, tetapi juga Argentina, Islandia dan Suriah. Namun di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya, aplikasi ini tersedia.

Samsung mengonfirmasi bahwa sensor aplikasi LGBT bersasarkan lokasi negara, mengikuti hukum di negara yang bersangkutan.

Hornet, Grindr dan aplikasi networking LGBT lainnya memang ada di Google Play Korsel, namun tidak dapat digunakan. Sementara aplikasi kencan gay populer bernama Jack’d kini sudah dihilangkan dari Google Play Store Korsel.

Sebelum dihilangkan beberapa tahun lalu, Jack’d punya lebih dari 500 ribu pengguna di Korsel. Kebanyakan penggunanya berasal dari platform Android yang menggunakan ponsel Samsung.


(rns/rns)

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply