Selamat Ulang Tahun Ke-24 ThinkPad

JAKARTA, KOMPAS.com – Hari ini, Rabu (30/11/2016), laptop ThinkPad buatan Lenovo genap berusia 24 tahun. Perusahaan asal China itu pun menggelar sebuah perayaan kecil dan mengenang sejarah laptop tersebut.

“Hari ini kita merayakan ulang tahun ThinkPad. Jadi ThinkPad ini sudah 24 tahun hadir, mulai dari 1992 dulu,” terang Technical Consultant Manager Lenovo Indonesia, Azis Wonosari membuka cerita mengenai sejarah ThinkPad.

ThinkPad sebenarnya merupakan laptop yang dirancang dan dikembangkan IBM. Namun pada 2005, Lenovo membeli seluruh merek dan divisi laptop tersebut, kemudian melanjutkan produksinya.

Sejak diproduksi oleh IBM, hingga sudah ada di tangan Lenovo, ThinkPad selalu dirancang dengan desain yang khas. Warna laptop selalu hitam, dengan sedikit ornamen merah di bagian dalam, dan berbentuk kotak bento (wadah bekal khas Jepang).

Azis menceritakan produk pertama ThinkPad adalah seri 700 yang dirilis pada 1992. Dari seri tersebut ada satu jenis pengembangan yang paling ikonik, bahkan hingga saat ini masih disimpan sebagai koleksi Museum of Modern Arts. Seri yang dimaksud adalah ThinkPad 701C atau lebih terkenal dengan nama Butterfly.

“ThinkPad 701C ini dirilis pada 1995, punya keyboard yang bisa mekar saat dibuka dan kembali mengecil saat ditutup. Inilah yang disebut sebagai Butterfly Keyboard,” terangnya.

Setelah seri tersebut, ThinkPad berangsur-angsur tumbuh. Berbagai pengembangan dan teknologi baru diselipkan di dalamnya. Thinkpad memiliki beberapa varian, dua yang paling populer adalah T dan X. Seri T menggunakan layar 14 inci dan X merupakan versi kompak dengan ukuran layar 12 inci hingga 13 inci.

Varian X juga dikembangkan menjadi laptop convertible, yang bisa difungsikan sebagai perangkat tablet dengan layar sentuh.

X41 merupakan convertible laptop pertama di bawah nama ThinkPad. Pengembangan pun dilanjutkan hingga akhirnya muncul ThinkPad X1 Carbon, seri termutakhir yang pertama kali dirilis pada 2014.

X1 Carbon ini dibuat menggunakan bahan karbon, bukan magnesium. Dengan cara demikian, bobot bisa lebih ringan dan tipis dibandingkan seri ThinkPad biasa.

“Ini yang kami katakan sebagai peningkatan. X1 Carbon ini jadi paling ringan di dunia karena menggunakan karbon. Bobotnya yang cuma sekitar 1,2 kilogram dengan layar 14 inci, tidak bisa kami capai kalau menggunakan bahan magnesium,” pungkas Azis.

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Lenovo X200T, salah satu tipe laptop convertible yang dirilis pada kurun waktu 2009

Selain soal produk, Azis juga merangkum sejumlah teknologi yang dikembangkan dan disematkan ke dalam berbagai jajaran laptop ThinkPad.

Antara lain berupa teknologi perlindungan harddisk yang dirilis pada 2003. Perlindungan ini memanfaatkan sensor untuk memantau empat sisi laptop dan memerintahkan harddisk untuk berhenti sementara saat posisi laptop sedang miring. Pasalnya harddisk bisa rusak jika bekerja dalam posisi yang cenderung tidak stabil.

“Kemudian pada 2009, ada juga laptop dengan dua layar terintegrasi, dan pada 2014 muncul X1 Carbon dengan desain 14 inci tapi bobot cuma 1,2 kilogram,” terang Azis.

“Perkembangan ini berusaha mengikuti kebutuhan orang. Dari 1990-an ketika orang membutuhkan laptop portable dan high performance, lalu 2000-an saat perlu laptop lebih tipis dan ringan,” imbuhnya.

About The Author

Profile photo of kompas

Kompas.com adalah portal berita yang memiliki media online maupun offline tertua dan ternama di indonesia. Media offline kompas adalah yang terbesar di Indonesia.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar