Sensor Mungil Bosch, Kecil-kecil Cabe Rawit

Las Vegas – Di Indonesia, nama Bosch mungkin lebih dikenal dengan alat bor dan perangkat berat. Di luar itu, Bosch adalah perusahaan teknologi dengan segudang inovasi.

Salah satu inovasi terbarunya adalah sensor BMP380 yang baru diluncurkan di pameran Consumer Electronic Show (CES) 2017 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Ya, Bosch mengembangkan Micro Electro Mechanical Systems (MEMS) untuk berbagai perusahaan teknologi global yang menjadi konsumennya.

BMP380 adalah sensor tekanan barometrik terkecil yang diproduksi Bosch, bahkan diklaim sebagai sensor terkecil di dunia dengan fungsi powerful. Kecil-kecil cabe rawit istilahnya.

Ukurannya 2,0 x 2,0 x 0,75 mm. Technical Marketing Manager Bosch Danny Gangarpersaud yang ditemui di area booth Bosch di CES 2017 memberi gambaran bahwa sensor mikro ini sangat mungil dan nyaris setipis helaian rambut sehingga untuk bisa melihatnya, diperlukan kaca pembesar.

“Sensor ini bisa diaplikasikan untuk bermacam keperluan, mulai dari drone, wearable gadget, bahkan di benda yang sehari-hari Anda gunakan, smartphone,” kata Danny ditemui detikINET di booth Bosch saat acara CES 2017.

Pada drone misalnya, BMP380 digunakan sebagai pengukur stabilitas ketinggian. Seperti diketahui, informasi mengenai ketinggian sangat penting bagi drone untuk bisa terbang dengan stabil dan mendarat dengan akurat.

BMP380 juga bisa meningkatkan keakuratan penghitungan kalori di perangkat mobile dan wearable gadget. Misalnya, dengan mengidentifikasi apakah seseorang berjalan naik tangga atau turun tangga pada aplikasi pendeteksi jumlah langkah.

“Terutama di lingkungan berbukit, contohnya sensor ini memungkinkan pelari dan pesepeda meningkatkan akurasi monitoring performa olahraga mereka secara akurat,” papar Danny.

Di smartphone, tablet dan wearable gadget, sensor ini diklaim sangat presisi dalam menentukan navigasi indoor maupun outdoor serta melokalisasi aplikasi, misalnya dengan memanfaatkan data ketinggian untuk mendeteksi sedang berada di lantai berapa si pengguna. Sensor BMP380 juga meningkatkan akurasi GPS di lingkungan outdoor.

Danny kemudian memamerkan penggunaan sensor Bosch versi sebelumnya yang sudah dibenamkan di banyak wearable gadget yang kita kenal, antara lain kacamata pintar Snapchat Spectales, headset virtual reality Google Daydream dan headset milik Facebook Oculus Rift.

Sensor Mungil Bosch, Kecil-kecil Cabe Rawit Foto: Kacamata Snapchat

Lantas, apa keunggulan sensor terbaru Bosch dengan versi sebelumnya? Dijelaskan Danny, BMP380 lebih akurat dari pendahulunya, menjangkau pengukuran dari 300 hPA hingga 1250 hPA.

“Sensor barometrik ini punya rasio performa yang sangat tinggi, namun mengkonsumsi sedikit daya. Ukurannya 2,0 x 2,0 x 0,75 mm, memenuhi benchmark industri pengguna sensor ini. Tiga kali lebih kecil dari versi sebelumnya BMP280, sehingga memberikan lebih banyak ruang untuk penempatan komponen gadget,”sebut Danny.

Sementara itu, Vice President Global Marketing Bosch Sensortec Jeanne Forget mengatakan tak sabar melihat lebih banyak pengaplikasian sensor ini oleh para designer produk.

“Produksi yang lebih canggih sudah dilakukan pada produksi sensor MEMS dan teknologi ini sudah diaplikasikan di lebih dari satu miliar sensor tekanan. Bosch kini menjadi pemasok MEMS nomor satu dan terdepan di industri sensor tekanan barometrik,” sebutnya.

Sensor Mungil Bosch, Kecil-kecil Cabe Rawit Foto: Ilustrasi Gettyimages

(rns/yud)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar