Setelah Proyektor 25.000 Lumens, Mau Apa Lagi Epson?

Setelah Proyektor 25.000 Lumens, Mau Apa Lagi Epson?Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Yogyakarta – Epson baru merilis proyektor anyar yang memiliki tingkat kecerahan tertinggi di dunia. Apa lagi yang akan dilakukan perusahaan asal Jepang itu?

Proyektor EB-L25000U merupakan buah pengembangan yang tidak sebentar. Diawali tujuh tahun lalu dengan membesut teknologi 3LCD. Teknologi ini menawarkan keunggulan pada produksi dan proyeksi warna yang terlihat jernih serta sesuai aslinya.

Tapi teknologi tersebut tidak cukup jadi modal utama. Pasalnya, di pasaran terjadi perang tingkat kecerahan. Kondisi ini membuat Epson putar otak agar dapat bersaing dari kompetitor.

“Tiga tahun lalu kami mulai mengembangkan tingkat brightness 25.000 lumens,” ujar Naito Keijiro, Deputy COO Visual Product Division Seiko Epson Corp saat berbincang usai peluncuran EB-L25000U di Hotel Ambarrukmo, Yogayakarta, Senin sore (10/10/2016).

Hasil pengembangan tersebut pun diperkenalkan Februari 2016. EB-L25000U menjadi proyektor pertama mengusung teknologi 25.000 lumens dan menjadi tingkat brightness tertinggi saat ini.

Setelah Proyektor 25.000 Lumens, Mau Apa Lagi Epson?

Tentu ini akan memacu vendor lain membesut teknologi di atasnya. Epson sendiri pastilah menyadari hal itu. Alih-alih membuat teknologi lebih tinggi dari yang sudah ada, mereka lebih memilih untuk membesut perangkat di bawahnya.

“Ada gap yang kosong antara 10.000 hingga 25.000 lumens. Kami coba mengisinya, mungkin menghadirkan di atas 14.000 lumens dan di bawah 20.000 lumens,” ungkap Keijiro.

Lantas bagaimana dengan teknologi 4K? EB-L25000U memang telah mendukung resolusi 4K, tapi bukan bersifat native. Epson hanya menyematkan fitur enhancement yang dapat menggandakan resolusi sehingga memberikan gambar tajam dan berdefenisi tinggi.

“Teknologi native 4K sebenarnya sudah ada saat ini di proyektor. Tapi ini membuat harga jualnya sangat mahal,” tutur pria asal Negeri Sakura ini.

Epson pun lebih memilih fokus pada perangkat terjangkau ketimbang menyematkan teknologi canggih yang belum dibutuhkan konsumennya. Karena sejauh ini, proyektor 4K banyak digunakan industri bioskop ketimbang perusahaan ataupun pendidikan.

Tidak tertarik masuk ke industri bioskop? “Memang kami melihat ada peluang di sana. Tapi kami lebih ingin mendorong proyektor untuk digital cinema space dan fokus pada (kalanagan) perusahaan,” pungkas Keijiro.
(afr/rns)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar