SIM Card Bakal Ditanam ke Dalam Prosesor

Jakarta – Sebuah perusahaan penyedia chip berencana untuk mengintegrasikan dua komponen utama dalam gadget, yaitu kartu SIM dan prosesor menjadi satu.

ARM, perusahaan asal Inggris ternama yang bergerak di bidang teknologi microprocessor, tengah mengembangkan produk bernama iSIM, sebuah kartu SIM yang ditanamkan ke dalam prosesor.

ARM mengklaim bahwa iSIM dapat menghemat cukup banyak ruang dalam sebuah perangkat, mengingat SIM berukuran nano memiliki ukuran sekitar 12,3 mm x 8,8 mm, belum lagi tempat untuk menampungnya.

Penghematan ruang tersebut pun akan berujung pada pemangkasan biaya produksi, yang menjadi salah satu tujuan utama ARM dalam pengembangan iSIM.

Selain itu, desain chip tersebut juga diharapkan dapat masuk ke berbagai perangkat berbasis Internet of Things (IoT), mengingat trennya yang semakin marak dari tahun ke tahun.

Maka dalam tahap awal, ARM akan menarget pada perangkat berbasis IoT seperti sensor nirkabel yang membutuhkan layanan seluler untuk melaporkan hasil temuannya.

“Kami sudah mengirim desain dari iSIM kepada pihak-pihak yang bekerja sama dengan kami. Harapannya, chip tersebut sudah dapat tersedia pada akhir tahun ini,” ujar perwakilan dari ARM, seperti detikINET kutip dari The Verge, Kamis (22/2/2018).

Salah satu yang menjadi tantangan terbesar bagi ARM ke depan adalah kesediaan dari para operator dalam mengadaptasi teknologi terbaru mereka tersebut.

Lebih lagi, sudah terdapat alternatif dari model Nano SIM yaitu eSIM (electronic SIM atau embedded SIM), dengan ukuran yang lebih kecil dari pendahulunya yaitu 6 mm x 5 mm.

Tidak hanya lebih mungil dari segi ukuran, eSIM juga memungkinkan para penggunanya untuk berganti operator saat sedang bepergian ke luar negeri tanpa perlu memasukkan SIM card baru.

Konsep yang dicetuskan oleh GSM Alliance (GSMA) ini sudah mulai diterapkan pada beberapa perangkat, seperti Google Pixel 2 dan Apple Watch Series 3.

Meski begitu, pihak ARM sendiri memperkirakan bahwa iSIM pada akhirnya akan diterima oleh para provider, mengingat chip tersebut akan memenuhi standar yang ditentukan.

Terlebih, ARM juga melihat ketertarikan dari pihak provider dalam menghubungkan lebih banyak perangkat berbasis IoT ke dalam jaringan mereka, yang dapat menambah jumlah pelanggan. (fyk/fyk)


About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply