Startup, Kalian Bisa 'Nongkrong' di Coworking Indonesia

Startup, Kalian Bisa Nongkrong di Coworking Indonesia      Ketua Coworking Indonesia Faye Alund (Foto: detikINET/Rachmatunnisa)
Jakarta – Perkembangan profesi freelance dan startup di Indonesia mendorong tersedianya kebutuhan ruang kerja yang efisien, fleksibel dan terjangkau berupa penyediaan sebuah coworking space.

Namun nilai sesungguhnya dari pemanfaatan coworking space adalah koneksi ke komunitas. Coworking space menjadi semacam tempat nongkrong yang membuka kesempatan bagi para freelancer dan startup menjalin interaksi dengan para profesional maupun pelaku startup lainnya.

Dalam konferensi Coworking Indonesia 2016 yang merupakan bagian dari acara Coworking Unconference Asia di Bali Februari lalu, tercetus gagasan membuat sebuah perkumpulan coworking space di Indonesia.

“Proses kognitif inovasi ada dalam DNA coworking. Berbagi ide dan berinteraksi dalam komunitas dari profesi beragam dan supportive membuat kita bisa mendapat umpan balik dan input dari pandangan yang berbeda-beda,” kata Faye Alund, Ketua Coworking Indonesia.

Dalam konferensi pers di Conclave, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2016) lalu, Faye memaparkan bagaimana proses mengekspresikan pikiran akan sangat membantu memformulasikan ide dengan lebih jelas. Hal ini bisa terwujud dengan adanya kolaborasi dengan komunitas.

“Semua hal ini adalah esensi komunitas coworking, dan faktor-faktor inilah yang bisa sangat membantu perkembangan tiap coworker, apakah sebagai wirausaha, freelancer maupun pelaku startup,” kata Faye lagi.

Karena coworking space menitikberatkan pada kolaborasi untuk menciptakan inovasi, maka para pelaku coworking space perlu suatu wadah yang dapat meningkatkan kemitraan dengan para pelaku coworking space dan komunitas untuk mendorong pergerakan ekonomi Indonesia.

Di sinilah peran Coworking Indonesia, sebuah gerakan informasi berbasis komunitas yang berangkat dari kepedulian terhadap kebutuhan para pekerja independen dan wirausahawan muda akan ruang kerja yang fleksibel, terjangkau dan menghubungkan mereka dengan rekan sepemikiran.

“Kami adalah connectors, penghubung berbagai komunitas berpikiran sama yang percaya terhadap kekuatan kewirausahaan akan menghadirkan dampak besar bagi masyarakat melalui kolaborasi dan berbagi pengetahuan,” sebut Dian Hasan, salah satu pendiri dan penasihat Coworking Indonesia.

Ditambahkannya, aset terbesar bangsa adalah sumber daya manusia (SDM), sehingga tanpa SDM andal, kita tidak mampu bersaing dalam dunia startup dan digital yang sangat dinamis.

Dibentuknya komunitas Coworking Indonesia sendiri sejalan dengan tujuan tersebut, yakni membangun pertumbuhan kewirausahaan dan ekonomi Indonesia lewat gerakan coworking.

Tak sekedar tempat nongkrong, perkumpulan ini juga akan menjadi pool of resources, sumber keahlian, pengalaman, dan tools yang bisa diakses oleh pelaku coworking. Untuk bergabung, Coworking Indonesia mempersilakan mereka yang berminat untuk mendaftar dengan mengakses tautan www.coworking.id.
(rns/rns)

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply