Tamatnya Note 7 Bisa Rugikan Samsung Rp 221 Triliun

Tamatnya Note 7 Bisa Rugikan Samsung Rp 221 TriliunFoto: detikINET/Yudhianto
Jakarta – Galaxy Note 7 dipastikan dihentikan produksinya oleh Samsung secara permanen. Tak pelak, kerugian yang diderita Samsung pun diprediksi sedemikian besarnya, bisa mencapai ratusan triliun jika dinilai dengan rupiah.

Perusahaan layanan keuangan Credit Suisse memperkirakan Samsung berpotensi kehilangan penjualan sebanyak 19 juta unit Note 7. Nilai kerugiannya menurut Credit Suisse dapat membumbung hingga USD 17 miliar atau di kisaran Rp 221 triliun.

Dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (12/10/2016), selisihnya sangat jauh dari prediksi analis sebelumnya di mana Samsung berpotensi merugi ‘hanya’ USD 5 miliar. Itu dengan asumsi Note 7 akan dilanjutkan kembali penjualannya sesuai rencana semula.

Dengan jumlah uang melimpah ruah, jumlah USD 17 miliar itu memang masih bisa ditanggung oleh Samsung. Market value raksasa elektronik asal Korea Selatan itu diperkirakan senilai USD 235 miliar dan pada akhir Juni, mereka memiliki persediaan uang tunai sebesar USD 69 miliar.

Sayangnya masalah Samsung bukan cuma soal uang, akan tetapi juga bagaimana mereka mencari cara memulihkan kembali kepercayaan konsumen. Tamatnya Note 7 berpotensi punya dampak jangka panjang serta merusak reputasi Samsung jika mereka tidak melakukan langkah yang jitu.

“Biaya untuk melakukan recall serta hilangnya potensi penjualan memang akan memakan miliaran dolar, namun pukulan yang terjadi soal reputasi akan lebih besar lagi,” tulis James Titcomb, kolumnis teknologi di Telegraph.
(fyk/ash)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar