Tawan 'Iron Man' Butuh Bantuan Akademisi Sempurnakan Alatnya | Tempo Teknologi

Senin, 25 Januari 2016 | 04:59 WIB


Tawan 'Iron Man' Butuh Bantuan Akademisi Sempurnakan Alatnya  

I Wayan Sumardana alias Tawan, ‘The Real Iron Man’ di Karangasem, Bali, 22 Januari 2016. TEMPO/Bram Setiawan

TEMPO.COKarangasem – Merakit robot buatan sendiri. Itulah cita-cita I Wayan Sumardana alias Tawan, usia 31, asal Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Karangasem yang belakangan ini mendadak terkenal lewat lengan prostetik temuannya. Tawan menuturkan sejak masih anak-anak dirinya sudah tertarik dengan teknik elektro.

“Saya melanjutkan pendidikan saya di SMK Rekayasa Jurusan Teknik Elektro, Denpasar, lulus tahun 2002. Cita-cita saya dari kecil memang sangat obsesi dengan robot. Pandangan saya saat masih anak-anak melihat teknologi cara kerja robot itu bisa membantu meringankan pekerjaan manusia,” katanya saat ditemui Tempo di rumahnya, di Karangasem, Sabtu, 23 Januari 2016.
 

“Apalagi saya orang miskin, dari kecil saya sudah sering kerja berat memikul air. Saat itu saya juga sempat merasa apakah saya ini malas, sehingga terobsesi membuat robot supaya pekerjaan bisa lebih ringan,” ujarnya.
 

Kendati mampu merakit lengan prostetik yang mampu membantu pergerakan tangan kirinya yang lumpuh. Namun Tawan menilai teknologi temuannya itu tidak istimewa. Apalagi, kata dia, materi yang digunakan banyak yang menggunakan barang-barang rongsokan barang-barang elektronik dari bengkel las tempat ia bekerja.

“Alat buatan saya ini hanya kelihatannya saja canggih, padahal biasa saja, semua orang juga bisa buat,” tuturnya.

Ia menjelaskan cara kerja lengan prosetis yang terhubung lewat chip yang melingkar di kepalanya itu. Menurut dia, merupakan teknologi yang sederhana. “Penghubung antara lengan prostetis dan ikat kepala berisi chip yang saya gunakan persis sama seperti alat lie detector. Kalau dulu saya hanya pakai satu transistor, tapi sekarang ada banyak yang jualan komplit,” ujarnya.

Tawan 

“EEG menangkap sinyal otak sama persis seperti cara kerja lie detector. Jadi, hanya cari transistornya lalu menghubungkan pikiran. Kalau untuk dasar, alat ini sudah bisa membantu pekerjaan saya. Saya mau ganti pakai sensor lain supaya enggak berbahaya. Memang terasa lebih capek karena harus fokus agar sinyal tertangkap,” tuturnya.

Ia menilai kelemahan alatnya terkait efek samping yang ia rasakan setelah memakai teknologi temuannya itu. Ia menjelaskan terutama bagian chip yag melingkar di kepala. Usai digunakan tak jarang dirinya merasakan mual, telinga berdengung. Bahkan, menurut dia ketika menggunakan alat tersebut nafsu makannya berkurang.

“Rasa lapar juga menjadi tidak terasa walaupun saya lelah bekerja.Waktu saya masih sehat, saya biasa sarapan pukul 08.00 Wita, kadang, pukul 10.00 Wita sudah terasa lapar lagi karena aktivitas bekerja. Sedangkan, kalau saya menggunalan alat ini, sampai pukul 15.00 Wita tidak terasa lapar. Bagi saya ini kurang bagus, karena mengurangi nafsu makan saya,” ujarnya.

Efek samping itu, kata dia, langsung ia rasakan 10 menit ketika alat tersebut dilepas. Selain itu pengalaman lainnya yang pernah ia rasakan saat ia tidur dan lupa melepaskan chip di kepalanya.

“Jadi tidak bisa mimpi, rasanya tidak seperti tidur, tapi masih seperti bekerja. Saya berhalusinasi, suhu badan saya panas dan badan saya terasa capek. Kalau mimpi itu menandakan tidur saya nyenyak,” katanya.

Tawan mengatakan dirinya sendiri masih perlu membenahi teknologi rakitannya itu. Namun, ia berharap para akademisi yang bergelut dalam bidang tersebut mampu membantu menyempurnakan kelemahan alatnya.

“Alat ini sudah pasti banyak kelemahannya, karena bahan-bahannya rongsokan. Saya pelajari ini lewat internet dan buku-buku saat saya masih sekolah dulu. Maka harapan saya tentu saja, saya butuh bantuan agar alat ini bisa lebih sempurna dengan bantuan akademisi,” tuturnya.

“Kelemahan alat ini juga kalau ada kerusakan kecil saja. Seluruhnya tidak bisa bekerja. Misalnya, kalau kabel dipatuk ayam,” ujarnya. 

BRAM SETIAWAN

About The Author

Profile photo of Tempo

www.tempo.co adalah portal berita online dan offline yang terkenal dengan beritanya yang 'berani' dan menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan dengan investigasi yang terkenal 'tajam'.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar