Tender Elektronik Bikin Jabar Hemat APBD Rp 338 Miliar

Tender Elektronik Bikin Jabar Hemat APBD Rp 338 Miliar(ki-ka): Sofyan Djalil, Basuki T. Purnama dan Ahmad Heryawan.
Jakarta

Kesuksesan pengadaan tender elektronik di lingkungan pemerintahan telah dibuktikan Pemprov Jawa Barat. Dengan cara digital ini, efisiensi pengadaan di APBD Jabar bisa ditekan sampai miliaran rupiah per tahun.

Hal ini pun membuat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memperoleh penghargaan e-Procurement Award 2015 dari Bappenas dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP) sebagai Kepemimpinan Kepala Daerah dalam Transformasi Pengadaan Secara Elektronik.

Penghargaan tersebut ketiga kalinya bagi Aher, sekaligus menjadi penghargaan keenam bagi Pemprov Jawa Barat (Balai Layanan Pengadaan Secara Elektronik/LPSE Dinas Komunikasi Informatika Prov. Jabar) secara berturut-turut dari tahun 2010 lalu.

Aher dinilai memiliki kepemimpinan dalam proses pengadaan tender elektronik di lingkungan Pemprov Jawa Barat, sehingga terjadi efisiensi pengadaan terhadap APBD Jabar kisaran 13%-18% per tahunnya. Penghargaan diberikan oleh Menneg Bappenas Sofyan Djalil dan Kepala LKPP Agus Prabowo.

“Bagi kami, layanan elektronik adalah prioritas. Setelah menjadi pilot project Bappenas 2008, kami genjot sehingga tahun 2010 sudah 100% kota dan kabupaten di Jawa Barat menggunakan layanan ini,” katanya setelah penerimaan, seperti dikutip dari rilis Humas Pemprov Jawa Barat.

Pemprov Jabar menerima penghargaan dari 631 LPSE se-Indonesia saat ini. Dari jumlah tersebut, disebut sudah memfasilitasi lebih dari 445 ribu paket senilai Rp 996 triliun dengan penghematan hingga Rp 80 triliun.

Selain Pemprov Jawa Barat, kota Tasikmalaya dan kota Banjar memperoleh penghargaan sejenis sementara kabupaten Tasikmalaya memperoleh penghargaan atas penerapan Inpres No 7 terkait Transparansi dan Akuntabilitas Pengadaan.

Aher menekankan, sekalipun LPSE membuat nyaman pengadaan barang dan jasa selama ini, pihaknya berharap terus ada perbaikan sistem pengadaan.

“Dengan LPSE semuanya efisien, tahun 2015 ini saja ada penghematan Rp 338 miliar dari APBD Jabar. Namun kami minta pemerintah pusat agar tidak sekadar hemat, tapi kualitas terus ditingkatkan. Paradigmanya bukan selalu yang termurah,” katanya.

Menurut Aher, jika pendekatan selalu murah, maka layanan kepada masyarakat tak dijamin yang terbaik. Namun yang terpenting adalah tender dengan penekanan kualitas dengan harga yang wajar.

“Jangan harga duluan, mari kita ubah sedikit dengan pendekatan merit system, sehingga yang diperoleh adalah vendor terbaik namun dengan harga wajar,” jelasnya.

Aher mengisahkan, di tahun 2010 dirinya sempat didemo akibat penerapan LPSE yang dianggap pejabat kapitalis karena membuka ruang pengusaha dari mana pun untuk ikut tender.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, semua pihak menerima karena pengusaha lokal Jabar pun bisa ikut di daerah lain, sehingga terjadi keadilan dan peluang setara bagi semua pihak.

Selain Aher, Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama juga mendapat penghargaan untuk kategori Kepemimpinan dalam Transformasi Pengadaan Secara Elektronik. Termasuk beberapa instansi yang mendapatkan penghargaan serupa, mulai dari Kementerian PU dan Perumahan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, LAPAN, Badan Pengusaha Batam, Pemprov Aceh, Sulawesi Tenggara, Kota Padang Panjang, Kota Yogyakarta, Kota Tasikmalaya, Kota Kediri, Kota Tangerang, kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.


(ash/fyk)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar